More
    BerandaUncategorized84 KK Warga Supiturang Terima Dana Tunggu Hunian Tahap Kedua dari Pemkab...

    84 KK Warga Supiturang Terima Dana Tunggu Hunian Tahap Kedua dari Pemkab Lumajang

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 8 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memastikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo kembali menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap kedua sebagai dukungan selama proses penyiapan hunian relokasi.

    Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang rumahnya terdampak langsung oleh erupsi Semeru pada 19 November 2025. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah permukiman warga tertimbun material vulkanik berupa pasir dan batu hingga lebih dari dua meter sehingga tidak lagi layak untuk dihuni.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa bantuan Dana Tunggu Hunian yang disalurkan kali ini merupakan kelanjutan dari bantuan sebelumnya yang telah diterima warga terdampak langsung.

    “Sebanyak 84 KK yang menerima bantuan ini merupakan warga yang rumahnya terdampak langsung. Sementara warga yang sudah menempati hunian tetap di Desa Sumbermujur tidak lagi menerima DTH,” ujarnya saat di konfirmasi, Minggu (8/3/2026).

    Pada tahap sebelumnya, warga telah menerima bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Pada penyaluran tahap kedua ini, pemerintah kembali memberikan bantuan dengan nominal yang sama selama enam bulan. Dengan demikian, setiap keluarga menerima total bantuan sebesar Rp3.600.000.

    Dana tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, seperti mengontrak rumah, sambil menunggu proses pembangunan hunian relokasi selesai.

    Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mempercepat tahapan relokasi bagi warga terdampak. Saat ini tim teknis tengah melakukan survei lahan serta menyiapkan dokumen administratif sebagai bagian dari proses pembangunan hunian baru.

    Isnugroho juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali menempati rumah lama yang telah tertimbun material vulkanik. Wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau zona dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga tidak diperuntukkan lagi sebagai kawasan permukiman.

    Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga proses relokasi benar-benar selesai.

    Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan lahan relokasi seluas sekitar 1,5 hektare di belakang balai desa yang akan digunakan untuk pembangunan hunian baru bagi masyarakat terdampak.

    “Dana Tunggu Hunian akan terus diberikan sampai hunian relokasi benar-benar selesai dibangun,” tegasnya.

    Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan mengusulkan pembangunan hunian tetap kepada pemerintah pusat untuk merelokasi sekitar 135 kepala keluarga warga Dusun Sumberlangsep agar dapat menempati kawasan yang lebih aman.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan bencana yang terencana dan berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak erupsi Semeru mendapatkan kepastian tempat tinggal yang lebih aman di masa mendatang. (MC Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru