More
    BerandaUncategorizedGara-gara NEET, Kadispora Jatim Ungkap Ekonomi Kreatif Di Hadapan Senator Terpilih, Kok...

    Gara-gara NEET, Kadispora Jatim Ungkap Ekonomi Kreatif Di Hadapan Senator Terpilih, Kok Bisa?

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 6 2024 | Draft Rakyat Newsroom-Apa Itu NEET? Alasan Mengapa Kadispora Jatim Dan Senator Terpilih Serius Bahas Ekonomi Kreatif‘Genzy jangan kemakan gengsi, tapi ayo perkuat aksi’. Itu kalimat singkat dari Anggota DPD RI Terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama, saat berjumpa dengan PJ Walikota Mojokerto, Ali Kuncoro, yang juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, di Balai Kota Mojokerto, Senin (5/8/2024). Tak tanggung-tanggung, kalimat itu keluar gegara keduanya membicarakan mimpi besar yang menjadi kesepakatan keduanya. Apa itu?

    “Ini tentang NEET. Dan saya kemudian langsung menemukan sebuah mimpi besar, bagaimana ekonomi kreatif bagi pemuda menjadi identitas di Jawa Timur. Dan saya kira ning senator (Lia Istifhama, red.) mendukung hal itu karena mewakili politisi milenial yang pastinya sangat mengerti harapan genzy (Generasi Z, red.),” terang Ali Kuncoro.

    NEET, itulah alasan keduanya pun gayeng membahas pemuda dan ekonomi kreatif. Tapi, tahukah anda apa itu NEET?

    Usut punya usut, NEET merujuk kepada ‘Not in Education, Employment, or Training yaitu seseorang yang berada pada situasi: “Tidak dalam Pendidikan, Pekerjaan, atau Pelatihan”. Akronim NEET pertama kali digunakan di Britania Raya, yang kini menyebar ke berbagai negara dan menjadi salah satu atensi global.

    Youth Not in Education, Employment, and Training atau NEET tersebut, menurut Badan Pusat Statistik adalah penduduk kelompok umur 15 hingga 24 tahun yang berada di luar sistem pendidikan, tidak sedang bekerja dan tidak sedang mengikuti training atau pelatihan apapun.

    Ironisnya, masih menurut BPS, hampir 10 juta penduduk, tepatnya 9,9 juta penduduk usia muda, yaitu 15 hingga 24 tahun tersebut, berada pada situasi NEET tersebut.

    NEET inilah yang menginisiasi Mas PJ, sapaan akrab Ali Kuncoro.

    “NEET ini harus menjadi atensi utama. Karena keberhasilan Indonesia menjadi negara adidaya atau Indonesia Emas pada 2045 ditentukan oleh generasi muda saat ini. Harus ada road map untuk mendorong pemuda terus kreatif, terutama dalam sektor ekonomi.”

    Dengan tegas, pria ganteng berkacamata itu pun berharap generasi muda untuk lebih produktif, membangun mimpi yang besar, dan menebar banyak manfaat kepada masyarakat.

    “Indonesia Emas tahun 2045 ditentukan oleh generasi muda, maka anak muda Jawa Timur harus melakukan upaya-upaya seperti mempunyai mimpi besar, tapi selesaikan dulu mimpi-mimpi sendiri, dan mimpi itu harus besar untuk Indonesia. Oleh karena itu, mimpi kita bersama adalah Pemuda Jatim menciptakan atau memiliki ekonomi kreatif,” tambahnya.

    Ali Kuncoro berharap generasi muda di Jawa Timur untuk menjadi generasi yang berempati, optimistis, turun tangan, dan bermanfaat.

    “Manusia paling mulia di dunia ini adalah manusia yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Bukan hanya paling pintar, paling berkuasa, atau paling hebat, tapi paling bermanfaat,” pesannya.

    Sementara, Ning Lia, sapaan akrab Keponakan Gubernur Jatim 2019-2024 Hj. Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi dan mendukung apa yang disampaikan Ali Kuncoro. Sebab pemuda adalah generasi yang memiliki potensi luar biasa untuk berinovasi, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

    “Apa yang di sampaikan Mas PJ, kita aamiini. Bagaimana pemuda bisa menciptakan ekonomi kreatif. Pemuda harus memiliki mimpi besar dan mewujudkanya menuju Indonesia Emas di tahun 20245. Terlebih di masa bonus demografi yang sedang kita hadapi. Bonus demografi menawarkan peluang besar bagi pembangunan pemuda”.

    Senator Cantik asal Jawa Timur ini menambahkan jika pemuda perlu dipersiapkan dengan pendidikan berkualitas, pelatihan kerja, dan kesempatan berkarir yang layak.

    “Bonus demografi seharusnya menjadi penguat modal sosial. Bagaimana generasi penerus bangsa terus bergandengan tangan menguatkan solidaritas sosial sebagai sesama anak bangsa dan saling menopang mengembangkan kemandirian ekonomi. Harus tangguh dan percaya diri di tengah persaingan global. Hargai dan syukuri apa yang dimiliki, terutama kearifan lokal atau local wisdom, dan jadikan itu stimulus karya nasional bahkan global.”

    “Maka dari itu, ayo penerus bangsa. Kalian syubbanul yaum rijaluil ghod, dimana kalian sekarang pemuda, dan kalianlah yang kelak menjadi pemimpin. Maka ayo ambil porsi dan peluang untuk terus berkarya. Genzy jangan gengsi, tapi ayo perkuat aksi. Buat karya nyata dalam dunia ekonomi kreatif atau produktif untuk meningkatkan kesejahteraan kalian kelak. Jika kalian sejahtera, maka Indonesia pun akan menjadi negeri yang selalu membawa bahagia,” pungkasnya.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru