More
    BerandaUncategorizedRSHP UNAIR Gelar Lokakarya Sitologi, Sajikan Praktik Interaktif dengan Peserta

    RSHP UNAIR Gelar Lokakarya Sitologi, Sajikan Praktik Interaktif dengan Peserta

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 26 Agustus 2024 | Draft Rakyat Newsroom-Pada bidang diagnostik, sitologi dan histopatologi, dua metode pemeriksaan yang mengkaji sel dan jaringan tubuh, kini menjadi senjata rahasia dalam mendeteksi berbagai penyakit pada tahap awal. Menyadari hal itu, Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar lokakarya bertajuk “Cytological and Histopathological Quantitative Measurement, Basic Biopsy and How to Read the Slide”. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu (25/082024) di RSHP UNAIR dengan peserta dokter hewan dari berbagai penjuru Indonesia.

    Pimpinan RSHP UNAIR, dr Ira Sari Yudaniayanti drh MP, mengatakan lokakarya ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang sitologi dan histopatologi. “Lokakarya ini mengajak peserta terkait bagaimana melakukan pengambilan sampel, pembuatan preparat, serta interpretasi hasil pemeriksaan untuk mendiagnosis berbagai penyakit pada hewan, terutama penyakit degeneratif seperti tumor,” ungkap dr Ira.

    Praktik Langsung yang Interaktif Salah satu hal yang menarik dari lokakarya ini adalah sesi praktik yang sangat interaktif. Ketua pelaksana, drh Abihilal Zikra Taim, menjelaskan melalui pengamatan perubahan pada sel-sel tubuh, dokter hewan dapat mendeteksi adanya benjolan, infeksi, atau kelainan lainnya secara lebih dini.

    “Dalam sesi demonstrasi, pemateri menunjukkan secara langsung proses pengambilan sampel jaringan, mulai dari persiapan alat hingga pengambilan sampel. Mereka kemudian dengan cermat menyiapkan sampel-sampel tersebut untuk proses pewarnaan dan pembuatan preparat histopatologi, sehingga siap untuk diamati di bawah mikroskop,” ujarnya.

    Taim mengatakan, peserta juga melakukan demonstrasi cara membaca preparat histopatologi menggunakan mikroskop. Dalam sesi demonstrasi, katanya, peserta diberikan bekal terkait cara mengenali sel-sel yang sehat dan yang abnormal, serta tanda-tanda penyakit yang khas. “Tidak hanya sampai di situ, pemateri juga memberikan ilmu untuk mencatat dan,,menginterpretasikan hasil pemeriksaan. Mereka diajarkan bagaimana cara menuliskan

    laporan hasil pemeriksaan yang akurat dan komprehensif, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat,” ucap Taim. Harapan ke Depan

    Lebih lanjut, dr Ira berharap lokakarya ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para peserta, baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Kami berharap para peserta tidak hanya menyerap ilmu baru, tetapi juga aktif menerapkannya dalam praktik sehari-hari. Kami juga mendorong agar kegiatan seperti ini terus diadakan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan pengembangan profesi dokter hewan di Indonesia,” pungkasnya.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru