Surabaya 4 Oktober 2024 | Draft Rakyat Newsroom-Menjelang perubahan musim di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan serangkaian persiapan untuk menghadapi kemungkinan bencana alam, seperti banjir dan longsor, yang kerap terjadi saat hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Subroto, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ini menjadi fokus utama lembaganya untuk mengurangi dampak pada masyarakat. “Kami telah berkoordinasi dengan semua kabupaten/kota di Jawa Timur mengenai persiapan menghadapi bencana. Wilayah-wilayah yang berpotensi banjir sudah dipetakan, dan lokasi-lokasi untuk posko darurat juga telah ditentukan,” jelas Gatot dalam acara sosialisasi penanggulangan bencana untuk wartawan di Pasuruan, Kamis (03/10/2024).
Gatot menambahkan bahwa BPBD Jatim bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk perahu penyelamat dan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana. “Kami memastikan semua perlengkapan, termasuk perahu karet dan kebutuhan logistik, sudah tersedia di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak,” katanya.
Selain itu, BPBD Jatim juga berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca dan mengidentifikasi waktu puncak curah hujan yang dapat menyebabkan banjir. “Dengan informasi dari BMKG mengenai waktu dan lokasi hujan deras, kami dapat memetakan wilayah yang kemungkinan terkena dampak banjir dan merencanakan evakuasi masyarakat dengan lebih baik,” ungkapnya.
BPBD Jatim telah mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana di seluruh provinsi, terutama yang sering mengalami banjir dan longsor saat musim hujan. Daerah tersebut telah dipetakan dan langkah-langkah antisipatif sudah disiapkan, termasuk mendirikan posko-posko siaga bencana di lokasi strategis.
Posko-posko ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi selama masa tanggap darurat dan dilengkapi dengan logistik yang memadai. “Kami akan terus memantau cuaca, dan jika ada indikasi peningkatan risiko, tim kami akan segera bertindak. Posko di daerah rawan banjir dan longsor sudah siap, beserta peralatan dan sumber daya yang dibutuhkan,” tutupnya. (her)
