Surabaya 5 Oktober 2024 | Draft Rakyat Newsroom- Seseorang dengan keterbatasan pendengaran atau tunarungu, bukan berarti terbatas juga kemampuannya dapam berkarya. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat, melalui stan pamerannya yang diberi tajuk ‘Tuli Berkarya, Tuli Mendunia’ di Jatim Fest 2024 Grand City, Jumat (4/10/2024).
Pameran yang digelar Pemprov Jatim untuk memperingati HUT Jawa Timur ke-79 itu berlangsung selama lima hari dari Rabu hingga Minggu (2-6/9/2024)
Dinsos Jatim pada pameran ini memboyong beberapa para Penerima Manfaat (PM) serta pendamping dari Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (UPT RSBRW) Pasuruan. Pada stan ini, para PM tuna rungu dan wicara ini menunjukkan berbagai aktivitas keterampilan yang didapat di UPT, di antaranya menjahit, membordir, dan membatik. Karya-karya buatan mereka seperti taplak meja, daster, dan batik juga dipajang.
Dinsos Jatim menggandeng pula Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jatim. Di mana, mereka juga tergabung dalam kegiatan ‘Sobat Disabilitas Tuli Mengaji’, yang rutin diadakan Dinsos Jatim di Masjid Al-Ikhwan, Dinsos Jatim Surabaya, dan UPT RSBRW Pasuruan.
Teman tuli dari Gerkatin Jatim pada pameran stan Dinsos Jatim ini membagikan ilmu tentang membaca huruf hijaiyah dengan bahasa isyarat, serta mengajarkan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) pada para pengunjung. Mereka menawarkan juga berbagai merchandise berhias huruf hijaiyah bahasa isyarat.
Selain itu, Dinsos Jatim juga menyuguhkan penampilan atraktif dengan mengadakan pemeriksaan untuk mendeteksi gangguan pendengaran (pengukuran audiometri), menampilkan teman tuli yang mengaji dan menyanyi bahasa isyarat, serta mengajak pengunjung mengikuti kuis bertema sosial.
Dalam keterangannya, pada Jumat (4/10/2024), Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani menyampaikan, pesan dibalik tema stan ‘Tuli Berkarya, Tuli Mendunia’ yang menghadirkan teman-teman disabilitas tuli itu, bukan untuk mengeksploitasi, tapi untuk menunjukkan bahwa teman-teman tuli ini memang betul-betul bisa berkarya.
“Yang pertama, berkarya secara keterampilan mereka (para disabilitas tuli), Disini kami menyuguhkan ya, karya mereka seperti batik, tas, bordir, lalu ada taplak dan lain sebagainya, dari keterampilan tangan mereka. Nah, di sisi yang lain kami juga menunjukkan bahwa berkaryanya teman-teman Tuli itu tidak hanya sebatas itu.
Tapi bahkan mereka ini juga mampu mencatatkan rekor muri pada tanggal 3 Desember 2023 lalu, ang dimana itu mencatatkan rekor mengaji isyarat terbanyak, yang semuanya teman-teman tuli, sebanyak 250 peserta,” jelas Kadinsos yang biasa dipanggil Novi ini.
Novi memaparkan, di Dinsos Jatim ini sebenarnya ada 26 jenis Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), namun karena pada Jatim Fest setiap tahunnya Dinsos, ingin tampil beda dan tematik, serta memiliki value atau makna mendalam, maka tahun 2024 tema tuli inilah yang ingin ditunjukkan dan disampaikan kepada masyarakat.
“Nah, kenapa kok kami memilih Tuli? Ya, di tahun 2023 lalu kami memilih temanya terkait disabilitas intelektual. Maka kami memilih tuli waktunya untuk ditampilkan. Karena utamanya yang kami angkat adalah Tuli mengajinya, karena ini masih jarang sekali orang mengetahuinya,” paparnya.
Lebih lanjut, Novi mengungkapkan, stan ini utamanya juga untuk mempromosikan program, layanan, maupun berbagai kegiatan yang dimiliki oleh Dinsos Jatim untuk para disabilitas rungu wicara di Jawa Timur
“Karena saya percaya masih banyak di rumah-rumah, para teman tuli yang belum terjangkau oleh program atau kegiatan kami, seperti Sobat Disabilitas Tuli Mengaji,” katanya
“Sehingga ajang ini, kita pergunakan untuk menjangkau teman tuli yang memang belum bisa mengaji. Mari bergabung dengan Dinsos Jatim dan Gerkatin Jatim. Mudah-mudahan ini menjadi sarana yang bagus, praktik bagus untuk semuanya,” sambung Novi.
Sementara itu, pengunjung stan Dinsos Jatim, Masita yang diketahui, merupakan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengatakan, mereka baru mengetahui tentang adanya bahasa isyarat untuk huruf hijaiyah. Mereka pun sangat antusias mempelajari pengetahuan baru tersebut.
“Jadi kesannya seru, kami bisa belajar. Karena itu jadi pengetahuan baru juga, karena kita baru tahu kalau ada bahasa isyarat untuk huruf hijaiyah,” kata Masita.
Sebagai informasi, pada penutupan Jatim Fest 2024, Minggu (6/10/2024) pukul 16.00 WIB nanti, Dinsos Jatim juga mengadakan talkshow atau gelar wicara ‘Tuli Berkarya, Tuli Mendunia’ di panggung utama. Gelar wicara ini akan diiringi dengan penampilan para disabilitas tuli mengaji dan menyanyi bahasa isyarat, serta pantomim. Khusus penampilan menyanyi bahasa isyarat, para teman tuli akan berkolaborasi dengan jebolan The Voice Indonesia 2019 asal Surabaya, Danu Resowikoro.(her)
