Surabaya 21 Oktober 2024 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, meskipun telah mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang lebih tinggi dari rata-rata nasional, tetap berkomitmen untuk meningkatkan angka tersebut. Pada 2023, IPM Jatim tercatat 74,65, lebih tinggi dari nasional yang hanya 74,29. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memiliki beberapa strategi untuk mencapai tujuan ini.
Salah satu langkah yang diambil adalah kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas akses pendidikan 12 tahun, yang diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah. Selain itu, mereka mendukung pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, B, dan C, serta mengembangkan pendidikan dual trek yang menyertakan keterampilan vokasi.
Dari segi pendidikan, kolaborasi dengan pesantren juga menjadi fokus, dengan memberikan kesempatan bagi santri yang memiliki kompetensi setara SMA namun tidak memiliki ijazah formal untuk mendapatkan sertifikasi. Dinas juga bekerja sama dengan perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada tenaga kerja yang belum memiliki ijazah untuk mengikuti pendidikan kesetaraan.
Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Jatim berupaya meningkatkan angka harapan hidup dengan menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta prevalensi stunting. Program-program dilakukan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, komunikasi, informasi, dan edukasi bagi ibu hamil. Selain itu, pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin dan pasangan usia subur juga dioptimalkan.
Dinas Kesehatan juga berkolaborasi dengan organisasi masyarakat dan perguruan tinggi untuk mendukung program-program kesehatan, termasuk penurunan angka stunting yang sudah menunjukkan hasil positif, dari 19,2 persen di 2022 menjadi 17,7 persen di 2023. Target mereka adalah menurunkan angka tersebut hingga 14 persen pada 2024.
Secara keseluruhan, upaya-upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan merawat warisan budaya Bumi Majapahit. (her)
