More
    BerandaUncategorizedPLN Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Malang

    PLN Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Malang

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 21 Oktober 2024 | Draft Rakyat Newsroom – PT PLN (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi angka stunting melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bernama Zero Stunting Eggcellent. Program ini diluncurkan di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan bertujuan untuk meningkatkan akses gizi, terutama bagi anak-anak yang terindikasi stunting.

    Dalam siaran pers yang dirilis pada Senin (21/10/2024), PLN memberikan bantuan 2.000 ekor ayam petelur kepada masyarakat desa. Telur yang dihasilkan akan dibagikan gratis kepada 250 anak yang membutuhkan selama enam bulan, sedangkan sisanya akan dijual untuk mendukung kemandirian ekonomi kelompok pengelola.

    Hermin, seorang warga desa, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini, yang membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak di desanya. “Anak saya sekarang mendapatkan protein dari telur gratis ini, sangat membantu kebutuhan gizinya,” katanya.

    Plt. Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, juga mengapresiasi inisiatif PLN dalam mengatasi masalah stunting. Ia menyatakan, “Program ini tidak hanya membantu gizi anak-anak tetapi juga memberikan penghasilan bagi warga melalui penjualan telur. Semoga program ini berlanjut dan menciptakan ekonomi sirkular di Desa Karangkates.”

    Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menjelaskan bahwa pada tahun 2024, PLN telah membantu 1.533 anak di seluruh Indonesia melalui berbagai program penanganan stunting, termasuk pemberian nutrisi tambahan dan pemeriksaan kesehatan.

    “Pendekatan kami mencakup edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat. Kami juga bekerja sama dengan yayasan dan NGO yang berpengalaman,” tambahnya.

    Program Zero Stunting Eggcellent diharapkan menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Sejak diluncurkan pada Juli 2024, program ini telah melatih 40 kader desa untuk memastikan distribusi telur dan pemeriksaan kesehatan anak berjalan dengan baik. “Kami berharap program ini menghasilkan omzet hingga Rp1,8 juta per hari untuk kelompok pengelola ternak,” ujarnya.

    PLN optimis bahwa program ini dapat menjadi model berkelanjutan untuk pengentasan stunting di berbagai daerah di Indonesia. Telur dari program ini juga akan dijual dengan harga subsidi kepada warga miskin, guna meningkatkan asupan gizi masyarakat secara keseluruhan. (pra)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru