Surabaya 31 Oktober 2024 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) mengadakan Workshop dengan tema “Solusi Berkelanjutan untuk UMKM 2025” yang berfokus pada tren kemasan ramah lingkungan. Acara ini berlangsung di ruang Coworking Space KUKM Jatim Galeri Batik dan dihadiri oleh sekitar 30 pelaku UKM dari berbagai sektor, termasuk jasa, makanan, dan kerajinan tangan.
Workshop ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya masalah sampah kemasan plastik di Indonesia, yang mencapai 64 juta ton per tahun, menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Situasi ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap lingkungan di masa depan.
Indri Dwi Lestari, konsultan packaging dan pemilik Hade Visual, memaparkan tiga pertimbangan dalam merancang kemasan yang efektif untuk pemilik UKM: tujuan produk, daya saing, dan pengalaman pelanggan. Ia juga menjelaskan bahwa tren kemasan saat ini mencakup empat elemen penting: minimalis, interaktif, berkelanjutan, dan branding yang kuat.
Indri memberi contoh analisis kemasan produk peserta, menyoroti keunggulan dan kelemahan yang ada. Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai keunggulan produk tanpa membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan. Untuk mengatasi kelemahan kemasan, ia menyarankan agar informasi keunggulan dicetak pada kertas kecil yang dapat digantung di produk.
Di akhir presentasinya, Indri mengajak peserta untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan demi mengurangi kontribusi Indonesia terhadap sampah plastik global. Ia mengapresiasi UKM yang telah menggunakan kemasan ramah lingkungan, seperti produk ‘GreenFit’ yang menggunakan kaca.
Agar lebih interaktif, panitia mengundang tiga peserta untuk mempresentasikan produk mereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan visibilitas produk UKM dan memperluas jaringan pemasaran. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif, serta presentasi produk yang memberikan wawasan lebih tentang keunggulan dan kelemahan packaging. (her)
