More
    BerandaUncategorizedWaspada Banjir Rob, BPBD Surabaya dan BMKG Maritim Tanjung Perak Berikan Peringatan...

    Waspada Banjir Rob, BPBD Surabaya dan BMKG Maritim Tanjung Perak Berikan Peringatan Dini ke Warga Pesisir

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 13 Desember 2024 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan peringatan dini kepada warga dan nelayan di pesisir kota terkait potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak mengeluarkan kewaspadaan dini terkait fenomena tersebut.

    Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir rob, salah satunya dengan menggelar patroli rutin setiap malam di pesisir Surabaya. Patroli dimulai dari barat, seperti Romokalisari dan Tambak Sarioso, hingga ke Keputih Tegal, untuk memantau kondisi. Hebi menjelaskan bahwa banjir rob biasanya mencapai puncaknya sekitar pukul 22.00 WIB dan akan surut pada pukul 01.00 WIB.

    Selain patroli, BPBD juga menyiapkan berbagai peralatan evakuasi, seperti perahu, tempat pengungsian, dan pompa air, untuk membantu warga yang terkena banjir rob. Fokus utama BPBD adalah melindungi kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan orang sakit.

    Hebi juga mengingatkan warga untuk tidak membangun rumah terlalu dekat dengan area pesisir, seperti tepi laut atau sungai, karena hal tersebut dapat memperburuk dampak banjir rob. Ia menyarankan agar area tersebut ditanami mangrove, yang dapat berfungsi sebagai pelindung alami dari banjir rob.

    Koordinator BMKG Maritim Tanjung Perak, Sutarno, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini dipicu oleh fenomena bulan purnama yang terjadi bersamaan dengan musim hujan. Hal ini menyebabkan ketinggian air rob meningkat, dengan perkiraan kejadian antara 12 hingga 18 Desember. Sutarno mengimbau agar masyarakat di pesisir, khususnya nelayan tambak, lebih waspada dan melakukan pengamanan, mengingat tinggi air rob bisa mencapai 150 cm.

    BMKG Maritim Tanjung Perak juga memperingatkan agar saluran air di masing-masing wilayah dijaga agar tidak tersumbat, sehingga mencegah terjadinya banjir lebih parah. Beberapa daerah yang diperkirakan akan terdampak berat adalah Jalan Kalianak dan Krembangan, dengan ketinggian air yang bisa mencapai 150 cm.

    Tiga kawasan utama yang diprediksi akan mengalami banjir rob adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Surabaya Timur, dan Surabaya Barat. Di Pelabuhan Tanjung Perak, ketinggian air rob dapat mencapai 130-150 cm, sedangkan di Surabaya Timur dan Barat, ketinggian air diperkirakan 130-140 cm dan 120 cm, masing-masing. Fenomena ini juga dapat mengganggu operasional pelabuhan, khususnya bongkar muat kapal roro.

    Banjir rob diperkirakan terjadi dua kali dalam sebulan, dengan kejadian pertama pekan ini dan yang kedua pada akhir Desember 2024, yang akan tetap disertai hujan dengan puncaknya pada Januari hingga Februari. (nis)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru