Surabaya 21 Januari 2025 | Draft Rakyat Newsroom- Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, berharap, ada kebijakan dari Pemerintah Pusat khususnya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar cover penyakit oleh BPJS Kesehatan dapat bertambah. Hal ini menanggapi terkait BPJS Kesehatan baru baru ini merilis sebanyak 21 daftar penyakit yang tidak ditanggung pembiayannya.
“Ya sudah pada prisnsipnya kami berharap sebesar besarnya kebermanfaat BPJS itu bisa diberikan. Termasuk beberapa penyakit yang memang tidak bisa di cover. Contoh kemarin yang jelas-jelas yang perlu pembiayaan besar adalah operasi pemisahan kembar siam, itu tidak dijamin,” ujar Pj Gubernur usai rapat paripurna di DPRD Jatim, Senin (20/1/2025).
Meski sebanyak 21 daftar penyakit tidak dicover oleh BPJS, namun Pj Gubernur Jatim mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah berupaya membantu.
“Mudah-mudahan walaupun sedikit jumlahnya selalu ada setiap tahun maka itu bisa dicover, semakin banyak prinsipnya penyakit itu di cover ya semakin bagus untuk pemerintah maupun masyarakat,” imbuhnya.
Padahal saat ini Pemerintah mendorong seluruh warga negara memperoleh jaminan perlindungan BPJS Kesehatan. Meskipun sebagian tidak digunakan, lantaran memiliki asuransi kesehatan swasta khususnya bagi orang yang mampu secara ekonomi atau menengah keatas.
“Ya sebetulnya kalau universal coverage itu semuanya harus mempunyai BPJS. Tetapi kalau yang orang kaya biasanya mereka punya cover dua atau tiga ya, asuransi kesehatan yang bagus nggak ada masalah itu,” tuturnya.
Menurutnya, bagi masyarakat tidak mampu, harus dibantu pembiayaan BPJS-nya. “Tapi yang paling penting adalah untuk yang tidak mampu Harus dicover dengan PBI ya bantuan iurannya dan juga untuk bisa membantu mereka bisa mandiri dengan semurah-murahnya itu yang penting,” tandasnya.
Sementara terkait ketercapaian UHC di Jatim, tahun 2023, 21 kabupaten/kota di Jawa Timur berhasil meraih penghargaan UHC Award. Kemudian pada Mei 2024, cakupan kepesertaan UHC di Jawa Timur mencapai 93,3 persen. Lalu pada Oktober 2024, cakupan kepesertaan UHC Award. Kemudian pada Mei 2024, cakupan kepesertaan UHC di Jawa Timur mencapai 93,3 persen. Lalu pada Oktober 2024, cakupan kepesertaan UHC di Jawa Timur mencapai 95,04 persen.(pca)
