Surabaya 24 Januari 2025 | Draft Rakyat Newsroom- Berkaitan dengan Hari Kusta Sedunia yang diperingati setiap 26 Januari, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro dan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo melalui Program Selamat Pagi (Sapa), mengajak masyarakat untuk terus melakukan pencegahan penyakit kusta.
Narasumber dr. Ira Puspita Rinie, Sp.Dv, dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro mengatakan, kusta adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Leprae.
Bakteri ini, lanjut dia, dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui lingkungan yang kotor. Terutama lembab, percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet) yaitu ludah atau dahak yang keluar pada saat batuk atau bersin. Juga saat bersentuhan langsung dengan intensitas terus-menerus.
“Tanda-tanda gejalanya yaitu biasanya bercak kulit yang mati rasa atau kebas warnanya bisa putih atau kemerahan. Bisa juga seperti panu bersisik seperti itu atau kulit kering tampak pucat dan berwarna lebih terang daripada kulit di sekitarnya,” ujarnya dalam siaran tertulisnya, Jum’at (24/1/2025).
dr. Ira Puspita mengungkapkan penyakit kusta ini dapat disembuhkan dengan memeriksakan di faskes tingkat 1 yang terdekat jika merasa ada gejala. Kemudian juga mendapatkan pemberian obat dengan dosis yang tepat. Ia berharap agar masyarakat lebih peduli apa yang yang terjadi di bagian tubuh terutama gejala-gejala kusta. S
“Semoga tidak ada stigma negatif kepada penderita kusta. Meraka harus dirangkul dan didorong semangatnya agar cepat pulih kembali terutama dalam bersosialisasi dengan sekitar,” ujarnya. (yan)
