Surabaya 27 Januari 2025 | Draft Rakyat Newsroom- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang kembali mengadakan Bimbingan Manasik Haji untuk jemaah yang masuk dalam daftar tunggu (Bimawali). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Jombang.
Dilansir oleh Tim JNR Kominfo Jatim dari laman jatim.kemenag.go.id pada Senin (27/1/2025), sebanyak 424 jemaah mengikuti kegiatan ini dengan antusias, meskipun sempat terkendala oleh hujan deras. Masjid Al-Ikhlas yang menjadi lokasi kegiatan terlihat penuh hingga lantai dua. Untuk memastikan kenyamanan peserta di lantai atas, panitia menyediakan fasilitas LCD proyektor agar materi tetap dapat diikuti dengan jelas.
Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, dalam sambutannya menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi jemaah, mengingat Kabupaten Jombang termasuk dalam gelombang pertama pemberangkatan haji yang diperkirakan akan dimulai awal Mei 2025. “Kami berharap seluruh jemaah dapat mempersiapkan diri dengan baik, semoga semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran,” ungkap Muhajir.
Ia juga menyampaikan bahwa biaya haji tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi dari website Kemenag RI, Pemerintah dan DPR telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 M dengan rata-rata sebesar Rp89.410.258,79, dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rerata BPIH tahun 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00, turun sebesar Rp4.000.027,21.
Kemanag Kabupaten Jombang memberikan pemahaman manasik Haji
Penurunan BPIH ini berdampak pada turunnya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah. Tahun 2024, jemaah rata-rata membayar Bipih sebesar Rp56.046.171,60, sedangkan tahun 2025 turun menjadi Rp55.431.750,78. Nilai Manfaat yang dialokasikan dari optimalisasi setoran awal jemaah juga berkurang, dari rata-rata Rp37.364.114,40 pada 2024 menjadi Rp33.978.508,01 pada 2025. Namun, Muhajir menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu rincian resmi biaya per embarkasi.
Di sisi lain, Muhajir mengingatkan jemaah untuk waspada terhadap penipuan, terutama terkait isu hoaks, seperti modus pemalsuan porsi haji yang belakangan viral di media sosial dengan label “NOMOR PORSI DPR.” “Kami minta jemaah untuk berhati-hati dan hanya mempercayai informasi resmi dari Kemenag,” tegasnya.
Bimawali kali ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Kamaluddin Hasan dan Syaikhudin, yang merupakan petugas haji tahun 2024. Keduanya memberikan pemahaman mendalam tentang rangkaian ibadah haji, sekaligus membekali jemaah dengan wawasan penting terkait perjalanan haji. (byu)
