Surabaya 11 April 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) mendorong terbentuknya smart digital ASN sehingga dapat meningkatkan keahlian early adopters.
Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kemkomdigi RI, Noor Iza, saat menghadiri agenda Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II dan III Pola Kontribusi Tahun 2025, yang berlangsung di Lt.2, Gedung Sasana Wiyata Pradja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur (BPSDM Jatim), Surabaya, Kamis (10/4/2025).
“Terima kasih kepada Pemprov Jatim dan Gubernur Khofifah atas nota kesepahaman kerja sama ini. Melalui komitmen bersama Pemprov Jatim, dan program Government Transformations Academy dengan pelatihan ini kami ingin mendorong adanya smart digital ASN sehingga dapat meningkatkan keahlian mereka menjadi early adopters memaksimalkan aksi perubahan,” jelas Noor dalam sambutannya.
Sebagai mana diketahui, Noor menerangkan, yang semula kabinet kementerian ini bernama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan era kepemimpinan baru Presiden Prabowo berubah menjadi Kemkomdigi. Maka, begitu pula dengan BPSDM Kominfo menjadi juga BPSDM Komdigi RI.
Melalui kerja sama dengan Pemprov Jatim, Ia berharap tugas Kemkomdigi sebagai instansi pemerintah pusat untuk pengembangan SDM para ASN dapat terlaksana dengan baik di bidang digitalisasi.
“Nah, kesepakatan dan kesepahaman ini memang sesuatu yang saat ini sangat dibutuhkan. Karena sifatnya pengembangan SDM terutama kemampuan pengembangan digital, agar kesetaraan digital di masyarakat dapat terlaksana,” terang Noor.
Program Government Transformations Academy
Di tahun 2025 ini, Noor mengungkapkan, Kemkomdigi memiliki program yang diperuntukkan bagi para aparatur yaitu Government Transformations Academy. Melalui program tersebut, Kemkomdigi ingin mem-branding para aparatur negara menjadi smart digital ASN.
“Hal ini penting bagi ASN, baik itu ASN yang assisting saat ini akif, maupun yang sudah saat ini baru diterima menjadi CPNS ataupun PPPK. Kami memiliki cara agar CASN yang baru ini memiliki atau menjadi early adopters terkait bidang digital dan keahlian yang menyertai,” ungkap Noor.
Dijabarkannya, alasan dibalik kebutuhan peningkatan keahlian early adopters bagi para ASN adalah, ketika para ASN baru bergabung dengan suatu instansi atau OPD apabila dia memiliki dia keahlian khusus yang telah dilatih misalnya data science AI, dan sebagainya yang dibutuhkan pimpinan, maka dengan mudah nanti bisa disediakan dan disesuaikan.
“Keahlian early adopters itulah yang kita dorong bagi para ASN,” ujar Noor.
Program Government Transformation Academy untuk menciptakan smart digital ASN ini, dijelaskan Noor, levelnya tidak hanya diperuntukkan ASN tingkat atas, namun juga spesifik seperti bidang kehumasan, keuangan dan lain-lain.
“Kita mendorong fungsional cara passion ASN untuk menghasilkan SDM sesuai keahlian, dan kebutuhan guna memaksimalkan apa yang harus kita tingkatkan dalam kinerja kita. Itu yang menjadi daya juang kita dalam meningkatkan keahlian ASN supaya menjadi early adopters itu yang kita ingin dorong,” tegas Noor.
Saat ada pemberitaan mengenai penundaan pengangkatan ASN yang baru diterima lalu, Noor mengatakan, maka selama waktu menunggu pengangkatan itu dibutuhkan pengembangan early adopters yang didorong sampai November dan Desember nanti.
“Kita juga ada program tidak hanya kepada ASN saja, namun juga kepada pimpinan di level pemerintahan Pemda dan kepada masyarakat luas. Skill tersebut juga bisa dipalajari untuk masyarakat umum,” kata Noor.
Ia menuturkan, apabila pemerintah tidak mendorong literasi digital maka akan bias. Sehingga dibutuhkan upaya dalam membangkitkan kesadaran masyarakat supaya terdorong dan teredukasi dan siap menghadapi dunia digital.
“Selain program pengembangan SDM bagi aparatur atau ASN. Kami juga banyak program yang ditujukan kepada berbagai kalangan hingga masyarakat untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia. Pelatihan kepada masyarakat umum dan pelajar juga kita dorong. Kebetulan kami di BPDSM Kemkomdigi memiliki UPT di Surabaya dan Jatim,” tutur Noor.
Proses pengembangan SDM dalam literasi digital yang diupayakan Kemkomdigi ini, menurut Noor, tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah pusat saja. Namun juga kerja bersama dari banyak pihak. “Karena pelatihan ini adalah pekerjaan gotong royong baik di Kemkomdigi juga masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, agenda pembukaan PKA Angkatan II dan III Pola Kontribusi Tahun 2025 ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Selain pembukaan PKA, juga dilakukan penandatangan nota kesepakatan antara BPSDM Kemkomdigi RI dengan Pemprov Jatim tentang pengembangan SDM Bidang Komunikasi dan Digital di Provinsi Jawa Timur. Acara juga dihadiri oleh Asisten dan Para Staf Ahli Guberbur Jawa Timur, Kepala Perangkat Daerah dan Direktur UOBK, mentor sebagai atasan peserta, Kepala BKD/BKPSDM Kabupaten/Kota sebagai Instansi pengirim, dan para Widyaiswara. (vin)
