More
    BerandaUncategorized"Mendobrak Batas": NPCI Jawa Timur Cetak Bibit Atlet Disabilitas Berprestasi, Rayakan Semangat...

    “Mendobrak Batas”: NPCI Jawa Timur Cetak Bibit Atlet Disabilitas Berprestasi, Rayakan Semangat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 12 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan NPC Indonesia dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan “Mendobrak Batas: Program Pencarian Bibit Atlet Disabilitas Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.”
    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 10–12 Oktober 2025, di Kota Surabaya, dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan pembinaan olahraga disabilitas berbasis sport science dan nilai kemanusiaan.

    Mengusung semangat “Mendobrak Batas, Mewujudkan Prestasi Tanpa Batas,” kegiatan ini diikuti oleh 343 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Timur, terdiri atas 262 atlet dengan hambatan fisik, 59 atlet dengan hambatan penglihatan, dan 22 atlet dengan hambatan intelektual.

    Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan peserta terbanyak di Indonesia, setelah program Mendobrak Batas juga digelar di sejumlah provinsi lain.
    Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Atrium Marvell City Mall Surabaya pada Jumat (10/10/2025), dihadiri masyarakat umum sebagai bentuk sosialisasi olahraga disabilitas di ruang publik.

    Sementara itu, seluruh rangkaian tes dan asesmen dilakukan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan dukungan tenaga ahli bidang sport science, fisioterapi, dan keolahragaan.

    Ketua NPCI Provinsi Jawa Timur, Imam Kuncoro, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seleksi, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas dari akar rumput.

    “Melalui Mendobrak Batas, kami ingin menghadirkan ruang nyata bagi seluruh daerah di Jawa Timur untuk turut serta membina atlet disabilitas secara ilmiah dan berkelanjutan. Ini bukan hanya kegiatan NPCI Jawa Timur, tetapi gerakan kolaboratif seluruh kabupaten/kota. Apa yang kami lakukan hari ini adalah kontribusi Jawa Timur untuk Indonesia — kami melakukannya demi Merah Putih,” ujarnya.

    Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

    “Jawa Timur mencatatkan jumlah peserta terbanyak di Indonesia setelah beberapa provinsi lain juga melaksanakan program serupa. Ini menunjukkan kesadaran dan semangat pembinaan olahraga disabilitas di Jawa Timur sangat tinggi. NPC Indonesia mengapresiasi soliditas dan komitmen luar biasa dari NPCI Jawa Timur,” ucapnya.

    Sementara itu, Roy Agustinus Soselisa, M.Pd, selaku Pengarah Kegiatan Mendobrak Batas, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini bukan hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari nilai kemanusiaan yang diusung.
    “Kegiatan ini bukan sekadar tes fisik atau seleksi atlet. Ini adalah gerakan sosial yang mengangkat harkat dan martabat manusia — bahwa setiap individu, dengan segala keterbatasannya, memiliki potensi luar biasa untuk berprestasi. Dari Jawa Timur, kami ingin menegaskan bahwa prestasi sejati lahir dari keberanian untuk terus melampaui batas,” ujar Roy.

    Roy juga menambahkan bahwa pendekatan sport science yang diterapkan memastikan proses pembinaan berjalan lebih ilmiah, objektif, dan sesuai kebutuhan masing-masing atlet.

    “Dengan data yang terukur, kita tidak hanya menemukan atlet, tetapi juga membangun fondasi pembinaan jangka panjang yang kuat menuju Peparnas dan ajang internasional,” tambahnya.

    Kegiatan Mendobrak Batas menghasilkan database awal atlet potensial Jawa Timur yang akan menjadi dasar pembinaan jangka panjang oleh NPCI Jawa Timur, bekerja sama dengan pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga olahraga nasional.

    📍 Program “Mendobrak Batas” merupakan inisiatif NPC Indonesia yang kini diimplementasikan di berbagai provinsi di Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan pelaksanaan terbesar dan paling komprehensif, menjadikannya contoh nasional dalam pembinaan olahraga disabilitas modern dan berkeadilan sosial. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru