Surabaya 29 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Kemampuan analisis data adalah modal besar dalam membangun karier profesional. Lussi Agustin, alumnus Program Studi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR), telah membuktikannya.
Berbekal keilmuan statistik dan semangat wirausaha, kini Lussi memimpin PT Cemerlang Statistika Indonesia (StatsMe), perusahaan konsultan riset yang berkembang secara nasional. Setelah lulus pada 2016, ia memulai langkah bisnisnya dengan sederhana. Ia memberikan layanan jasa analisis data bagi mahasiswa untuk keperluan penelitian.
Usaha yang Lussi bangun bersama beberapa temannya itu kemudian tumbuh menjadi bisnis yang serius. Bahkan, usaha terus bertumbuh seiring bertambahnya klien. Tidak lagi individu, klien StatsMe adalah perusahaan dan lembaga-lembaga besar.
“Awalnya kami fokus pada mahasiswa, kemudian bergeser ke segmen dinas. Tahun 2017 kami dirikan PT dan terus berkembang sampai sekarang,” ungkapnya.
Kini, StatsMe yang awalnya berpusat di Surabaya, Jawa Timur, telah hadir di kota-kota lain. Empat cabang ada di Mojokerto, Surakarta, Depok, dan Makassar. Saat ini, StatsMe sedang mempersiapkan ekspansi ke Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera.
Kolaborasi Multidisiplin
Sebagai direktur, Lussi menangani langsung kegiatan harian perusahaan. Ia juga membangun tim serta menjalin kemitraan lintas sektor. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi keilmuan. “Kami berawal dari statistik, tapi kini banyak berkolaborasi dengan beberapa lembaga di bidang lain. Data kan bisa masuk ke banyak sektor,” jelasnya.
Selain memimpin tim, Ia juga menanamkan budaya berkembang, belajar, dan adaptif dalam lingkungan kerja. StatsMe secara rutin mengadakan pelatihan dan gathering dua kali setahun untuk meningkatkan kompetensi dan semangat kerja. “Saya selalu ingatkan tim agar tidak cepat puas. Kita harus terbuka terhadap pengetahuan dan tren baru,” tuturnya.
Menariknya, Lussi kembali ke almamaternya di UNAIR saat melanjutkan studi magister. Dia memilih bidang Kebijakan Publik. “Karena bisnis kami banyak berhubungan dengan pemerintah, saya ingin memahami bagaimana kebijakan itu dibuat dan bisa saya integrasikan dengan data,” ujarnya.
Kepemimpinan dan Pemberdayaan Perempuan
Dalam perjalanan kariernya, Lussi banyak menaruh perhatian pada pemberdayaan perempuan. Ia menceritakan bahwa sejak awal berdiri, tim StatsMe didominasi oleh perempuan.
“Saya bukan membedakan gender, tapi perempuan ini harus bisa berdaya dan punya semangat lebih ketika berkarier. Menjadi pemimpin perempuan itu penuh tantangan, tapi bukan berarti tidak bisa,” ungkapnya.
Sebagai pemimpin, Lussi menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan kualitas riset tim. Baginya, dunia riset bukan hanya tentang hasil, tetapi juga pelayanan. “Kita harus menjaga hubungan baik dengan klien, tidak hanya hasil yang maksimal, tapi juga pelayanan yang melebihi harapan,” tuturnya.
Pentingnya Ilmu dan Sikap Profesional
Lussi juga mengaitkan perjalanan kariernya dengan ilmu yang diperoleh di kampus. Menurutnya, bidang riset menuntut keseimbangan antara kemampuan hard skill dan soft skill.
“Keilmuan harus terasah, tapi soft skill juga dibutuhkan karena kita berinteraksi dengan orang-orang berilmu. Jadi, keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Lussi berpesan kepada mahasiswa dan alumni UNAIR agar tidak takut memulai dari nol. “Kalau jadi perintis itu ya harus berani memulai. Banyak ide, tapi tanpa realisasi ya tidak akan menjadi karya. Semuanya itu harus disiapkan dengan data dan riset,” ucapnya. Bagi Lussi, kesuksesan bukan hanya tentang bisnis yang bertahan lama, tetapi juga tentang memberi manfaat bagi banyak orang. “Kita tidak hanya mempertaruhkan diri sendiri, tapi juga kehidupan tim dan keluarga mereka. Jadi, semuanya harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.(far)
