Surabaya 12 Nopember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Mengenang perjalanan panjang UNAIR, dua rektor terdahulu UNAIR turut hadir memberikan refleksi pada sidang Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan itu berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di Aula Garuda Mukti lantai 5, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. Mereka adalah Rektor UNAIR ke – XI, Prof Dr Med Puruhito dr SpB TKV dan Rektor UNAIR ke – XIII, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA.
Prof Puruhito membuka paparan dengan membuka kenangannya ketika pertama kali menjadi mahasiswa pada 1960. Selama perjalanannya sebagai mahasiswa, ia sempat mengalami berbagai momen tak terlupakan.
“Dies yang saya alami sangat sederhana. Setiap 10 November itu mengenakan baju putih-putih dan memakai ikat pinggang hitam. Memakai mutz UNAIR yang kita banggakan, dan berbaris dari kampus A hingga ke Tugu Pahlawan untuk menghadiri upacara bendera, tiap tahun,” kenangnya.
Mengubah Pemikiran
Dipilih sebagai seorang Rektor ke – XI UNAIR, Prof Puruhito mengungkapkan perlu mengubah mindset pendidikan tinggi. Pada saat itu ia bertekad untuk mampu mengubah UNAIR menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN) dengan kemampuan sendiri.
“Sehingga ketika saya jadi rektor, saya berjanji akan mengubah UNAIR menjadi PT BHMN dengan biaya sendiri. Akhirnya diteruskan oleh Rektor ke – XII dan oleh Rektor ke – XIII, Prof Nasih,” sebutnya.
Pada akhir sambutannya, ia berpesan agar UNAIR bisa lebih condong untuk menerapkan program-program entrepreneurship, alih-alih menjadi research university. “Hilirisasi harus segera dilakukan. Pembentukan start-up bisnis saya kira perlu ditingkatkan di lingkungan kampus, agar kita bisa meningkatkan kesejahteraan UMKM kampus dan kancah nasional,” jelasnya.

Kampus HEBAT
Pada kesempatan itu pula, Prof Nasih turut memberi sambutan. Masuk sebagai dosen UNAIR pada tahun 1992, ia mengungkapkan pada tahun yang sama, ia ikut program akuntansi untuk perguruan tinggi. “Berbekal kursus ini saya oleh Rektor ke – XII, untuk bergabung di keuangan,” terangnya. Berdasar kisah perjalanannya, Prof Nasih menyebutkan bahwa sebagai kampus kecil dengan pendapatan kecil pula, tekad UNAIR untuk dikenal sebagai kampus hebat semakin kuat. “Semua cara kita lakukan untuk bersama-sama memajukan UNAIR dan kami begitu bersyukur karena para senior kami semuanya guyub rukun untuk membawa UNAIR sampai pada posisi saat itu,” syukurnya.(naf)
