Surabaya 22 Nopember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka setelah ditahan Arema FC 1-1 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11/2025). Bajol Ijo tertinggal lebih dulu sebelum bangkit dan menyamakan kedudukan untuk mengamankan satu poin.
Sejak awal laga, Persebaya tampil agresif. Bruno Moreira mendapat peluang cepat pada menit ke-5, namun tembakannya masih melebar. Milos Raickovic kembali mengancam di menit ke-25, tetapi sepakannya belum menemui sasaran.
Persebaya terus menekan. Tendangan bebas Gali Freitas di menit ke-30 memaksa kiper Arema, Lucas Frigeri, melakukan penyelamatan gemilang. Penjaga gawang asal Brasil itu kembali menggagalkan dua peluang emas Persebaya masing-masing melalui Arief Catur (42’) dan Dejan Tumbas pada masa injury time babak pertama.
Arema hampir mencuri gol jelang turun minum lewat aksi Dalberto, namun Ernando Ari tampil sigap untuk menjaga gawang Persebaya tetap aman. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Persebaya. Umpan silang Arema yang coba dihalau Dime Dimov justru berbelok ke gawang sendiri pada menit ke-63, membuat Bajol Ijo tertinggal 0-1.
Namun situasi berubah cepat dua menit kemudian. Bek Arema, Matheus Blade, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan tekel keras terhadap Mihailo Perovic pada menit ke-65.
Unggul jumlah pemain, Persebaya meningkatkan intensitas serangan.
Hasilnya tiba di menit ke-73. Kesalahan lini belakang Arema dimanfaatkan Bruno Moreira, yang merebut bola sebelum melepaskan sepakan terukur ke sudut kanan gawang Frigeri. Skor berubah menjadi 1-1.
Meski terus menekan di sisa pertandingan, Persebaya gagal mencetak gol kedua. Arema memilih bermain lebih rapat setelah kehilangan satu pemain dan berhasil menahan tekanan tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini membuat Persebaya berada di peringkat delapan klasemen sementara dengan 16 poin, unggul selisih gol dari Arema FC yang mengoleksi poin sama di posisi sembilan.(why)
