Surabaya 13 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Usai merampungkan pembentukan formatur kepengurusan periode 2025-2030, Karang Taruna Kabupaten Gresik langsung bergerak cepat melaksanakan agenda penting: Sosialisasi dan Konsolidasi Pengurus. Kegiatan ini dirancang secara estafet, menyambangi 18 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Gresik.
Rangkaian kegiatan konsolidasi yang mencerminkan aksi tancap gas ini resmi dimulai hari ini, Jumat, 12 Desember 2025, sebagai langkah awal untuk menyatukan visi dan misi kepengurusan yang baru serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kegiatan yang menjadi penanda dimulainya babak baru organisasi ini, turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, M.Kes, serta Ketua Karang Taruna Kabupaten Gresik terpilih, Satya Pradika.
“Periode ini harus menjadi momentum kebangkitan peran pemuda dalam pembangunan di Gresik,” ujar Ketua Karang Taruna Kabupaten Gresik terpilih, Satya Pradika, menekankan bahwa konsolidasi ini krusial untuk menyamakan frekuensi seluruh pengurus, dari tingkat kabupaten hingga unit-unit terkecil. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dr. Ummi Khoiroh, M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara Karang Taruna dengan Pemerintah Daerah. “Karang Taruna adalah mitra strategis Dinsos dalam menangani isu kesejahteraan sosial. Kami berharap kepengurusan baru ini dapat bekerja lebih solid dan inovatif,” pesannya.
Kegiatan estafet yang mengundang Ketua Karang Taruna Kecamatan dan seluruh Ketua Karang Taruna Desa/Kelurahan ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi program kerja. Konsolidasi ini juga berfungsi sebagai momen monitoring dan evaluasi langsung terhadap unit-unit Karang Taruna di tingkat desa dan kelurahan. Tim dari kabupaten secara khusus memonitoring struktur kepengurusan, memvalidasi Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk memastikan status hukum dan masa bakti yang jelas, serta melakukan identifikasi mendalam terhadap potensi sumber daya lokal, ide kreatif, dan program unggulan yang bisa dikembangkan. Selain itu, aspek mendengarkan kendala dan hambatan yang dihadapi Karang Taruna Desa/Kelurahan di lapangan menjadi prioritas, menunjukkan bahwa Karang Taruna Gresik berkomitmen untuk memiliki data akurat mengenai tantangan yang dihadapi oleh seluruh unit di akar rumput.
Kegiatan estafet yang akan berlangsung secara maraton di 18 kecamatan ini menunjukkan komitmen Karang Taruna Gresik untuk menjadi organisasi kepemudaan yang solid, terstruktur, dan siap berkontribusi aktif bagi masyarakat. (dit)
