Surabaya 14 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Semangat dan harapan terpancar dari ribuan peserta Olimpiade Sains Airlangga (OSA) 2025. Salah satunya dari SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang. Kepala sekolah dan guru mengantarkan anak didiknya dengan fasilitas tiga bus dan satu mobil. Bagi mereka, ini merupakan langkah awal meraih mimpi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Pada OSA kali ini, SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang tercatat sebagai sekolah dengan jumlah peserta terbanyak. Total 182 siswa mengikuti ajang nasional setelah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif di sekolah.
Kepala SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang, Didik Sadianto, MPd, menuturkan bahwa partisipasi besar ini lahir dari komitmen sekolah untuk membuka jalan seluas-luasnya bagi santri dalam menggapai cita-cita dan harapan mereka. “Bagi kami, OSA bukan hanya lomba. Ini adalah latihan mental, pemanasan akademik, dan ruang bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan diri. Hampir 90 persen santri kami melanjutkan ke perguruan tinggi, dan UNAIR menjadi salah satu tujuan favorit mereka,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasmenya sangat luar bisa, dari sekitar 270 siswa yang mendaftar, sekolah melakukan seleksi berdasarkan passing grade hingga terpilih 182 peserta. Proses tersebut, lanjut Didik, bukan untuk membatasi, melainkan memastikan setiap siswa berangkat dengan kesiapan dan kepercayaan diri.
Menemani Santri Berproses
Selama dua pekan sebelum keberangkatan, sekolah mendampingi para siswa melalui tiga tahap pembinaan. Dimulai dari belajar komunitas di asrama, belajar mandiri, hingga pendalaman materi di sekolah bersama guru mata pelajaran.
“OSA ini menjadi cermin bagi anak-anak. Dari sini mereka bisa tahu sejauh mana kemampuannya, sekaligus menjadi bekal menghadapi UTBK. Lebih dari itu, mereka belajar berani bermimpi dan berjuang,” tutur Didik.
Ia juga menyebut, tradisi mengikuti OSA telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sejumlah alumni bahkan berhasil diterima di UNAIR melalui jalur SNBP dan golden ticket.
“Kami ingin memetakan dan melihat kemampuan anak-anak di OSA ini. Hasil OSA, rapor, dan minat mereka akan kami petakan bersama guru BK agar setiap anak bisa memilih jalur yang paling sesuai. Terima kasih kepada UNAIR yang telah memfasilitasi ruang belajar sebesar ini bagi santri kami,” tambahnya.
Mimpi Selvia Menuju UNAIR
Di antara ribuan peserta, Selvia Budiarti, siswi kelas XII MA asal Nganjuk, menyimpan harapan sederhana namun kuat. Ia mengikuti OSA bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi untuk memvalidasi mimpinya masuk UNAIR.
“Saya tahu OSA dari Instagram. Buat saya, OSA ini penting sebagai langkah awal untuk masuk perguruan tinggi. Saya ingin kuliah di UNAIR, jurusan akuntansi,” katanya.
Dukungan sekolah melalui seleksi dan pembinaan membuatnya merasa tidak berjuang sendirian. “OSA ini jadi ajang pembuktian dan penyemangat. Setidaknya saya tahu posisi dan kemampuan saya sekarang, dan apa yang harus saya perbaiki ke depan,” ujarnya. Melalui OSA, kisah SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang tidak hanya berbicara tentang angka peserta terbanyak. Lebih dari itu, tersimpan cerita tentang pendampingan, keberanian bermimpi, dan harapan ratusan santri untuk meraih cita-cita di masa depan. (her)
