Surabaya 15 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik. Kali ini, Abdullah Muhammad Irsyad Syafiuddin, mahasiswa program studi ilmu sejarah, berhasil membawa pulang juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah pada Ajang Education Day Competition yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wiraraja. Lomba itu berlangsung pada Selasa (2/12/2025) dan penetapan pemenang lomba pada Kamis (4/12/2024) secara daring.
Irsyad mengaku bahwa ide untuk lomba ini sudah ada sejak lama. Namun, memang belum sempat untuk direalisasikan lebih lanjut. Ia juga merasa senang bisa mengeksplorasi bidang ilmu lain di luar jurusan yang ditempuhnya.
“Waktu ada ide ini, aku masih belum tau mau direalisasikan ke mana. Pas banget ada lomba ini, jadi aku coba aplikasikan. Sebenarnya kita tidak perlu merasa terbatas di jurusan ya. Aku anak ilmu sejarah juga harus belajar beberapa istilah ilmu lingkungan dan istilah teknik informatika untuk bisa juara di lomba ini,” ungkapnya.
Ciptakan Game Tambo Minangkabau
Dalam lomba ini, Irsyad menciptakan sebuah game edukasi perubahan iklim berbasis kearifan lokal dari Melayu. Game ini ada untuk memberikan kemudahan dalam memahami pendidikan perubahan iklim lingkungan.
Tambo Minangkabau tidak secara langsung memiliki hubungan secara pengertian ilmiah modern, tetapi memiliki hubungan secara kultural dan ekologis dengan perubahan iklim. Irsyad memanfaatkan pengetahuan ini untuk menciptakan sistem dengan membuat game berbasis kearifan lokal.
“Ternyata Tambo Minangkabau mempunyai semacam pengetahuan ekologis lokal yang bisa digunakan untuk pendidikan perubahan iklim. Aku buat game dengan konsep multiple storyline. Jadi pilihan dalam game pasti memengaruhi endingnya nanti,” jelasnya.
Dapat Inspirasi dari Podcast YouTube
Irsyad menceritakan bahwa inspirasi dari ide yang terlintas berasal dari seorang YouTuber, yakni Bagus Mulyadi. Ia mengagumi cara Bagus menyampaikannya pada konten-konten yang ada di laman YouTube-nya.
“Idenya muncul setelah saya melihat podcast Bagus Mulyadi dengan Aditya Gunawan, seorang filolog Sunda. Mereka membahas naskah-naskah kuno Sunda. Nah, Tambo Minangkabau juga dibahas. Kata mereka Tambo Minangkabau memiliki semacam a concept of environmental ethic,” tambahnya. Prestasi yang diraih Irsyad menunjukkan komitmen UNAIR, khususnya FIB, dalam mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan lintas disiplin. Melalui iklim akademik yang mendukung pengembangan gagasan inovatif berbasis keilmuan humaniora, FIB UNAIR terus berperan aktif dalam mencetak mahasiswa berprestasi yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. (far)
