More
    BerandaUncategorizedMahasiswa UNAIR Sabet 2 Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Baterai EV dari Limbah...

    Mahasiswa UNAIR Sabet 2 Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Baterai EV dari Limbah Kakao

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 24 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Alvyan Ananta Asis, mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Program Studi Teknik Elektro angkatan 2024, berhasil meraih Juara 3 Business Plan Competition sekaligus Best Presenter dalam ajang Young Entrepreneur Days Universitas Indonesia (UI) 2025 pada Minggu (21/12/2025).

    Alvyan berkolaborasi dengan mahasiswa lintas universitas, I Kadek Krisna Adi Sueta dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Keduanya tampil meyakinkan dengan gagasan bisnis inovatif yang mengintegrasikan isu teknologi, lingkungan, dan keberlanjutan industri.

    Inovasi Baterai EV dari Limbah Kulit Kakao

    Dalam kompetisi tersebut, tim Alvyan mengusung ide pengembangan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) berbasis hard carbon dari limbah kulit kakao sebagai material anoda. Inovasi itu lahir dari keprihatinan terhadap tingginya ketergantungan industri baterai EV pada grafit impor yang memiliki jejak karbon tinggi.

    Melalui proses pirolisis terkontrol, limbah kulit kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi material anoda yang ramah lingkungan dan berbiaya kompetitif.

    “Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi teknologi untuk material baterai kendaraan listrik, tetapi juga membangun konsep ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor pertanian dengan industri energi bersih,” ujar Alvyan.

    Menjawab Tantangan Industri dan Transisi Energi

    Alvyan menjelaskan bahwa gagasan bisnis tersebut relevan dengan agenda nasional dalam mendorong percepatan kendaraan listrik dan kemandirian industri baterai. “Tanpa inovasi material lokal yang berkelanjutan, transisi energi berisiko tetap bergantung pada rantai pasok global,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa business plan yang disusun timnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis semata, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan, potensi pasar, serta nilai tambah ekonomi lokal. “Pendekatan yang komprehensif inilah yang membuat ide kami dinilai kuat dan kontekstual oleh dewan juri,” tambah Alvyan.

    Strategi Presentasi dan Kekuatan Tim

    Keberhasilan meraih penghargaan Best Presenter tidak lepas dari strategi komunikasi yang diterapkan Alvyan. Ia menyusun alur presentasi yang runtut, dimulai dari perumusan masalah nasional hingga solusi yang aplikatif, didukung data visual dan narasi persuasif.

    Selain itu, kekompakan tim lintas disiplin menjadi faktor penentu. Integrasi riset berbasis data, analisis pasar, dan proyeksi bisnis yang realistis membuat proposal mereka mampu bersaing di tingkat nasional.

    Harapan dan Pengembangan ke Depan

    Ke depan, Alvyan berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui validasi laboratorium, kolaborasi riset dengan industri, dan pengujian skala pilot menuju tahap komersialisasi. Ia juga berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa UNAIR untuk berani terjun ke dunia kewirausahaan. “Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berkelanjutan. Kewirausahaan bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang dampak sosial, lingkungan, dan kontribusi nyata bagi bangsa” pungkasnya.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru