Surabaya 7 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) berkomitmen dalam mewujudkan pengabdian masyarakat terus diperkuat melalui program Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB), UNAIR resmi menerjunkan 366 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (6/1/2026), bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.
Sebanyak 366 mahasiswa tersebut akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di enam kecamatan (Purwoharjo, Tegalsari, Pesanggaran, Bangorejo, Gambiran, Silir Agung) dan 41 desa di wilayah Banyuwangi bagian selatan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN tahun ini memiliki fokus 17 tujuan SDGs sebagai landasan utama pengabdian. Mahasiswa diarahkan untuk merancang program sesuai dengan program SDG.
Dukung Komitmen SDG
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam Banyuwangi (FIKKIA) UNAIR, Ivan Rahmatullah, dr MPH PhD menegaskan bahwa KKN merupakan komitmen UNAIR dalam mengimplementasikan SDGs hingga ke tingkat akar rumput. “Sebanyak 366 mahasiswa yang diterjunkan di enam kecamatan ini mencerminkan komitmen UNAIR dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan capaian SDG di tingkat global. Implementasi SDG bukan hanya menjadi target institusi, tetapi tanggung jawab bersama untuk diwujudkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KKN UNAIR tahun ini memiliki empat fokus utama, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Seluruh fokus tersebut akan bersinergi dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Banyuwangi Hijau.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi inspirasi di lingkungan sekitar, menunjukkan bahwa pemuda adalah agen perubahan. Mahasiswa KKN merupakan duta UNAIR di Banyuwangi yang diharapkan mampu berkontribusi nyata, termasuk dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan indeks pembangunan,” tambahnya.
Fokus Program Banyuwangi Hijau
Sejalan dengan hal tersebut, Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, SSos MBA MM menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNAIR yang kembali menjadikan Banyuwangi sebagai lokasi KKN. Menurutnya, wilayah selatan Banyuwangi memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada UNAIR. Enam kecamatan yang menjadi lokasi KKN memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dengan karakteristik unggulan masing-masing, mulai dari pariwisata hingga pertanian. Mahasiswa dapat berkolaborasi untuk membesarkan desa-desa tersebut,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung program Banyuwangi Hijau, terutama terkait edukasi pengelolaan lingkungan dan sampah. Menurutnya, persoalan sampah, khususnya di wilayah pesisir, membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
“Dalam satu bulan ke depan, kami berharap mahasiswa bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat, termasuk pengelolaan sampah yang baik. Jika tidak dikelola, sampah dari laut akan kembali ke pantai, terutama saat angin barat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yanuarto menilai kehadiran sivitas akademika UNAIR di Banyuwangi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi rakyat Banyuwangi. Kampus tidak hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Ia berharap KKN UNAIR dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pencapaian program pembangunan berkelanjutan. Dengan peran mahasiswa sebagai pengamat eksternal, berbagai persoalan di desa dapat teridentifikasi lebih cepat.
“Banyuwangi Hijau merupakan komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Kami berharap mahasiswa KKN UNAIR dapat memberikan kontribusi dan memperkuat kesadaran masyarakat agar dampaknya dirasakan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (far)
