Surabaya 9 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dampak bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia membawa konsekuensi yang tidak ringan. Selain menimbulkan kerugian fisik dan materi, bencana juga meninggalkan dampak psikologis bagi masyarakat, terutama anak-anak. Berbagai pihak pun turut menyampaikan doa serta kepeduliannya bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra.
Sebagai bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat, Universitas Airlangga (UNAIR) juga turut hadir dalam menyampaikan kepedulian dan bantuannya. Melalui Tim Tanggap Bencana Sumatra, WANALA melaksanakan kegiatan Trauma Healing dan Edukasi Menjaga Kebersihan dan Cara Mencuci Tangan yang Benar di SDN 6 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung pemulihan psikososial anak-anak pascabencana. Dua anggota WANALA UNAIR, Dhea Arda Noor Syamsu (DIKLATSAR 43) dan Julio Gitra Setiawan (DIKLATSAR 44) terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Pendekatan Edukatif dan Menyenangkan
Salah satu relawan WANALA, Dhea, menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif. Tujuannya agar anak-anak merasa aman dan nyaman. “Kami mengajak anak-anak bermain bersama melalui permainan ringan dan interaktif untuk mencairkan suasana serta mengalihkan perhatian mereka dari pengalaman traumatis akibat bencana,” ungkap Dhea.
Selain bermain, para relawan juga mengadakan sesi tanya jawab sederhana untuk mendorong anak-anak bercerita, mengekspresikan perasaan, serta membangun komunikasi yang hangat antara relawan dan peserta. Menurut Dhea, pendekatan tersebut membantu anak-anak merasa didengar dan diperhatikan.
Tidak hanya fokus pada pemulihan psikologis, relawan WANALA itu juga memberikan edukasi menjaga kebersihan dan cara mencuci tangan yang benar melalui praktik langsung. Edukasi tersebut disampaikan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami serta menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Antusiasme Tinggi dari Peserta dan Guru
Dhea menuturkan bahwa antusiasme peserta, khususnya anak-anak, sangat tinggi. Anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, bersemangat saat bermain, serta berani menjawab maupun mengajukan pertanyaan. “Anak-anak tampak ceria dan menikmati kebersamaan dengan para relawan,” ujarnya.
Selain itu, para guru di sekolah setempat juga menyambut kegiatan tersebut dengan sangat baik. Dukungan penuh dari pihak sekolah turut membantu kelancaran kegiatan trauma healing dan dinilai sangat bermanfaat bagi para siswa.
Dalam pelaksanaannya, relawan menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan waktu serta sarana dan prasarana akibat infrastruktur yang masih mengalami kerusakan pascabencana. Meski demikian, kegiatan tetap dapat berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara relawan dan pihak sekolah.
Harapan untuk Pemulihan Anak-anak
Melalui kegiatan trauma healing ini, WANALA UNAIR berharap para siswa dapat kembali bersemangat untuk bersekolah, merasa lebih bahagia, serta perlahan pulih dari kesedihan dan trauma yang dialami. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, serta menumbuhkan kembali keceriaan dan semangat belajar mereka,” pungkas Dhea.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UNAIR dalam pengabdian kepada masyarakat. Khususnya dalam merespons kondisi darurat bencana dan mendukung pemulihan psikososial anak-anak di daerah terdampak.(naf)
