More
    BerandaPendidikanDari Kesehatan hingga Sosial, Empat Fakultas UNAIR Ini Miliki Keunggulan Prospek Keilmuan

    Dari Kesehatan hingga Sosial, Empat Fakultas UNAIR Ini Miliki Keunggulan Prospek Keilmuan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 25 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – – Universitas Airlangga (UNAIR) melanjutkan rangkaian Airlangga Education Expo (AEE) 2026 pada hari kedua yang digelar di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Sabtu (24/1/2026). Berbagai macam agenda hadir di hari kedua ini, termasuk pengenalan macam-macam fakultas yang ada. 

    Paparan Akademik dan Prospek Keilmuan

    Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), Dr Rahadian Indarto Susilo dr Sp BS (K), memaparkan pendekatan interdisipliner sebagai ciri khas fakultasnya. Dengan fokus utama integrasi ilmu kesehatan hewan, sains, dan lingkungan pesisir menjadi keunggulan dalam menjawab tantangan kesehatan dan ketahanan pangan di wilayah pesisir dan kepulauan.

    “Keunggulan FIKKIA terletak pada integrasi ilmu kesehatan hewan, lingkungan, dan wilayah pesisir. Sehingga lulusan kami siap menjawab tantangan kesehatan dan ketahanan pangan,” jelasnya.

    Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Ahmad Safril Mubah SIP MHubInt PhD, dalam paparannya menekankan pentingnya pemahaman sejak dini mengenai karakter keilmuan sosial dan politik.

    “Melalui info session ini, kami ingin calon mahasiswa memahami apa yang akan mereka pelajari di FISIP, mulai dari cara berpikir kritis, analitis, hingga kemampuan membaca dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa FISIP kami dorong untuk peka terhadap persoalan publik dan mampu menawarkan solusi berbasis analisis ilmiah, bukan sekadar opini,” tambahnya.

    Kemudian, Dekan FKp Prof Dr Yuni Sufyanti Arief SKp MKes menegaskan bahwa pendidikan keperawatan diarahkan untuk mencetak tenaga kesehatan profesional yang adaptif terhadap tantangan global dan kebutuhan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kurikulum dirancang berbasis kompetensi penguatan praktik klinik, riset terapan, dan pengabdian. “Mahasiswa keperawatan tidak hanya dibekali keterampilan klinik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan empati sosial agar siap terjun langsung melayani masyarakat,” ujar Prof Yuni. 

    Adapun Dekan Fakultas Farmasi Prof apt Dewi Melani Hariyadi SSi MPhil PhD menyoroti pengembangan ilmu kefarmasian yang berorientasi pada riset dan inovasi. “Kami mendorong mahasiswa farmasi untuk tidak hanya memahami obat sebagai produk, tetapi juga proses riset, pengembangan, dan dampaknya bagi masyarakat,” kata Prof Dewi. 

    Ruang Interaktif Calon Mahasiswa

    Selain pemaparan materi, AEE 2026 hari kedua juga dirancang sebagai ruang interaksi aktif antara siswa SMA dan civitas academica UNAIR. Para peserta berkesempatan berdialog langsung dengan perwakilan fakultas, mengajukan pertanyaan seputar jalur masuk, sistem perkuliahan, hingga peluang pengembangan diri selama masa studi.

    Kehadiran booth fakultas dan unit kerja UNAIR semakin melengkapi pengalaman peserta dalam mengenal UNAIR secara menyeluruh. Melalui pendekatan informatif dan interaktif ini, UNAIR berharap calon mahasiswa dapat menentukan pilihan program studi secara lebih matang dan sesuai dengan potensi yang dimiliki.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru