Surabaya 26 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – CESGS Universitas Airlangga (UNAIR) memperkenalkan laporan Wealth Creation Performance 2022–2024 yang kini memasuki tahun kedua. Laporan ini menilai pemimpin perusahaan publik dari kemampuan menciptakan nilai, bukan sekadar dari ukuran perusahaan. Pendekatan ini menegaskan bahwa kepemimpinan efektif tercermin dalam market capitalization, bukan hanya pada ukuran atau nama besar perusahaan.
Gaya Kepemimpinan Mempengaruhi Nilai Perusahaan
Berdasarkan penelitian Bertrand dan Schoar, menunjukkan bahwa gaya manajer dapat mempengaruhi kebijakan investasi dan struktur permodalan perusahaan (Bertrand & Schoar, 2003). Perbedaan gaya kepemimpinan menghasilkan variasi kinerja dan valuasi pasar antar perusahaan. Meta-analisis transformational leadership juga menemukan hubungan positif antara kepemimpinan visioner dan kinerja jangka panjang perusahaan.
Temuan-temuan ini menguatkan pandangan bahwa kualitas kepemimpinan tercermin dalam nilai pasar perusahaan. Kepemimpinan visioner mendorong inovasi, pembelajaran organisasi, dan respons yang lebih adaptif terhadap perubahan. Karakteristik tersebut menjadi dasar penyusunan indikator Wealth Creation Performance 2022–2024.
Dengan riset tersebut, investor dan stakeholder dapat menilai kepemimpinan melalui perubahan market capitalization perusahaan secara lebih objektif. Fokus utamanya adalah penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham, bukan sekadar skala aset atau pendapatan. Keputusan strategis dan pengelolaan risiko pemimpin tercermin dalam nilai pasar, menegaskan kepemimpinan sebagai kapasitas nyata menciptakan nilai.
Berangkat dari temuan tersebut, CESGS meneliti bagaimana komposisi dewan berkaitan dengan perubahan nilai pasar perusahaan. Tujuan utamanya adalah menghadirkan ukuran yang lebih objektif atas efektivitas kepemimpinan di perusahaan publik Indonesia. Data diambil dari laporan tahunan 2022–2024 yang memuat kinerja keuangan, struktur kepemilikan, dan profil lengkap dewan.
Perubahan market capitalization kemudian dihitung dan ditelusuri kembali ke masing-masing anggota direksi maupun komisaris. CESGS menyusun basis data terpadu yang menghubungkan perusahaan, nilai pasar, dan susunan dewan pengelolanya. Seluruh data digabung, dibersihkan, dan distandarisasi sehingga kontribusi setiap anggota dewan terhadap shareholder value terlihat lebih transparan. Hasilnya, tercipta Wealth Creation Performance 2022-2024 yang memberikan gambaran jelas tentang kinerja penciptaan kekayaan perusahaan.
Hasil Penelitian dan Arah Masa Depan
Riset CESGS yang ada di Wealth Creation Performance 2022-2024 menunjukkan kepemimpinan berorientasi keberlanjutan menciptakan nilai yang lebih stabil dan menguntungkan. Pemimpin seperti ini mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap pasar, lingkungan, dan pemangku kepentingan. Perusahaan yang mengintegrasikan ESG dalam strategi bisnis menarik kepercayaan investor dan menciptakan nilai lebih efisien. Temuan tersebut selaras dengan riset sebelumnya tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja dan valuasi perusahaan.
Prof Iman Harymawan PhD, CEO CESGS Universitas Airlangga (UNAIR) menegaskan pentingnya pemimpin visioner dalam mendorong penciptaan nilai berkelanjutan. “Penghargaan WCP mengapresiasi pemimpin visioner yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi bisnis dan menciptakan nilai berkelanjutan di tengah ketidakpastian pasar.”
CESGS berharap semakin banyak perusahaan mengadopsi strategi keberlanjutan dalam kepemimpinan dan operasional bisnis mereka.
Lalu bagaimana kepemimpinan berorientasi keberlanjutan menciptakan nilai pasar lebih stabil bagi pemegang saham? Jawabannya tersaji dalam laporan lengkap Wealth Creation Performance CESGS 2022–2024 yang dapat diunduh pada link di bawah ini.(naf)
