Pasuruan 26 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Karya (UPT RSBK) Pasuruan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, memperkenalkan inovasi Lahan Pemberdayaan dan Garapan Klien UPT (LADANGKU) kepada masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, Minggu (25/1/2025).
Melalui inovasi LADANGKU, UPT RSBK Pasuruan menampilkan berbagai produk hasil karya Penerima Manfaat (PM), antara lain tanaman hias jenis aglonema serta produk olahan tempe. Produk tempe yang dipasarkan menggunakan bahan baku kedelai murni tanpa campuran, sehingga memiliki cita rasa yang lebih gurih dan bernilai gizi tinggi.
Kepala UPT RSBK Pasuruan, Rachmat Arif, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa inovasi LADANGKU merupakan bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi gelandangan dan pengemis, dengan tujuan membekali mereka keterampilan agar mampu hidup mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Melalui inovasi LADANGKU, Penerima Manfaat tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat serta meningkatkan rasa percaya diri melalui aktivitas produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil penjualan produk Penerima Manfaat akan dikelola dan ditabung sebagai bekal ekonomi setelah mereka menyelesaikan masa rehabilitasi. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Selain sebagai sarana pemberdayaan, keikutsertaan dalam kegiatan CFD juga menjadi media sosialisasi kepada masyarakat mengenai peran UPT RSBK Pasuruan dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi sosial yang komprehensif, tidak hanya pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga penguatan keterampilan dan kapasitas kerja.
Rachmat Arif menyampaikan optimisme bahwa pelaksanaan kegiatan perdana ini dapat memberikan dampak positif bagi Penerima Manfaat maupun institusi. Interaksi langsung antara Penerima Manfaat dan masyarakat turut membangun apresiasi serta dukungan terhadap program rehabilitasi sosial yang dijalankan.
“Masyarakat menunjukkan antusiasme dengan membeli produk sekaligus menanyakan proses budidaya tanaman dan pembuatan tempe. Hal ini menjadi awal yang baik untuk keberlanjutan program LADANGKU ke depan,” pungkasnya. (san)
