More
    BerandaPendidikanKisah Inspiratif Alumni UPT RSBN Malang: Burhanuddin Buktikan Disabilitas Bukan Batasan Prestasi

    Kisah Inspiratif Alumni UPT RSBN Malang: Burhanuddin Buktikan Disabilitas Bukan Batasan Prestasi

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Malang 28 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, mencatat capaian membanggakan dari salah satu alumninya, Burhanuddin. Penyandang disabilitas netra asal Kabupaten Malang ini berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menjalani profesi sebagai terapis pijat usai mengikuti program rehabilitasi sosial di UPT RSBN Malang.

    Burhanuddin mengalami disabilitas netra akibat penyakit glaukoma. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menghalanginya untuk terus belajar dan berkarya. Ia tercatat sebagai Penerima Manfaat (PM) UPT RSBN Malang sejak tahun 2016 dan mengikuti program rehabilitasi selama dua tahun.

    Selama menjalani rehabilitasi, Burhan mendapatkan berbagai pembinaan keterampilan, salah satunya terapi pijat yang kini menjadi profesinya. Selain keterampilan teknis, ia juga dibekali nilai-nilai kemandirian dan kepercayaan diri sebagai bekal untuk hidup mandiri di masyarakat.

    Setelah menyelesaikan program rehabilitasi dan keluar dari UPT RSBN Malang pada 2018, Burhan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah skema K13. Ia berhasil menamatkan pendidikan sarjana di Universitas PGRI Argopuro Jember pada Senin (26/1/2026).

    “Menempuh pendidikan tinggi adalah kebanggaan, namun tetap mengabdi sebagai terapis pijat juga merupakan kehormatan bagi saya,” ungkap Burhan. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus belajar dan memberi manfaat bagi sesama.

    Kini, Burhan dikenal sebagai terapis pijat yang profesional dan dipercaya masyarakat. Melalui profesi tersebut, ia memaknai kesuksesan sebagai kemampuan untuk berkontribusi dan membantu orang lain, selain pencapaian akademik yang diraih.

    Kepala UPT RSBN Malang, Anantya Wulandari, S.Sos., M.Si., mengapresiasi capaian Burhan dan menegaskan bahwa layanan rehabilitasi sosial memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas.

    “Capaian Burhan menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, semangat belajar, dan kemauan untuk berkembang, penerima manfaat mampu meraih pendidikan tinggi dan tetap berperan aktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Kisah Burhanuddin menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk tumbuh, berdaya, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.(ari)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru