Surabaya 29 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Sobrah dan Kelurahan Mojoasem selama satu bulan pelaksanaan program. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memperkuat proses pengabdian, tetapi juga menghadirkan manfaat berkelanjutan di bidang Kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa BBK 7 di Desa Sobrah misalnya, mereka menginisiasi pembuatan spray anti nyamuk untuk masyarakat setempat dengan manfaatkan bahan alami yang terjangkau, yaitu daun serai dan kulit jeruk. Spray ini dibuat karena efektif mampu mengusir nyamuk penyebab DBD. Tak hanya menghasilkan produk, program tersebut juga hadir demi meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Sobrah tentang pentingnya pencegahan DBD.
Tidak hanya itu, di bidang Pendidikan, kontribusi mahasiswa terasa signifikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Kepala SD Negeri Sobrah, Devie, menyampaikan apresiasinya. “Saya sangat mengapresiasi sekali telah membawa pengalaman baru kepada anak-anak di sini. Ketika mahasiswa kesini, betapa luar biasanya magnetnya bagi anak-anak. Apa yang teman-teman bawa kesini sangat bermanfaat sekali. Jadi penilaian kami sangat positif, kami sebagai guru juga sangat terbantu karena dengan adanya teman-teman bisa ada penyegaran,” jelasnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala MI Al Hikmah Sobrah, Erna, yang menilai program seperti Sobrah English Camp memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, “Program yang dibawa juga sangat menarik sekali bagi kami. Pembelajaran bersama teman-teman mahasiswa jadi kesan tersendiri bagi anak-anak,” katanya.
Selain pendidikan, program lingkungan yang diinisiasi mahasiswa turut memberikan solusi atas persoalan limbah pertanian. Ketua Gapoktan Desa Sobrah Anam menyampaikan, “Di sini kan memang mayoritas petani. Melalui program arang sekam teman-teman ini, sangat membantu mengurangi masalah limbah di sini. Sekam padi bisa kita jadikan suatu yang lebih bermanfaat.”
Sikap mahasiswa selama pengabdian juga meninggalkan kesan positif di tengah masyarakat. “Saya sangat senang sekali dengan kehadiran teman-teman. Orangnya baik, sopan, dan pintar,” kata Anam.
Sementara itu, manfaat yang sama juga dirasakan oleh Masyarakat di Kelurahan Mojoasem, Gresik. Melalui berbagai program kerja yang dicanangkan oleh mahasiswa BBK 7 UNAIR yang diterjunkan di sana, masyarakat setempat mengaku terbantu. Terutama dalam mendukung kegiatan pendidikan anak-anak.
“Satu bulan mungkin waktu yang singkat, ya, tapi saya rasa kehadiran teman-teman mahasiswa membantu banyak terutama untuk pendidikan anak-anak di sini melalui les yang mereka adakan setiap malam hari,” ucap Khusnul, anggota PKK Mojoasem.
Program pemberdayaan keluarga yang bersifat praktis juga dinilai memberikan manfaat berkelanjutan, seperti kegiatan memasak makanan bergizi dan pembuatan teh bunga telang. “Menurut saya program kerja seperti itu yang cukup membekas, bisa kami praktikkan dan tidak akan rusak dari ingatan. Terutama bibit bunga telang yang mereka berikan itu, kami tanam semua bermanfaat,” ungkap Khusnul.
Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, mahasiswa BBK 7 UNAIR dinilai mampu membangun kedekatan sosial dengan masyarakat dalam waktu singkat. “Saya bisa katakan program kerja yang diinisiasi mahasiswa sekalian bermanfaat dan berdampak positif. Saya juga lihat dalam waktu singkat ini (mahasiswa, red) sudah sangat dekat dengan masyarakat di sini. Semoga ilmu yang diberikan manfaat, ya, dan semoga belajar banyak juga selama di sini.”
Secara keseluruhan, KKN BBK 7 UNAIR tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan potensi lokal, serta penguatan hubungan sosial antara mahasiswa dan warga. (far)
