Bojonegoro 30 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mendorong petani untuk memanfaatkan program peminjaman Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
DKPP memastikan seluruh sarana pendukung produksi dapat diakses dengan mudah, transparan, dan tanpa biaya sewa. Langkah ini untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Bojonegoro.
Proses peminjaman alsintan Traktor Roda 4, Combine Harvester dan drone sprayer dirancang untuk memudahkan para petani agar tidak terbebani oleh birokrasi yang rumit. Fokus utama program ini adalah memastikan alat tersedia bagi mereka yang benar-benar membutuhkan tepat pada waktunya.
“Program peminjaman alsintan ini tidak dipungut biaya. Petani atau kelompok tani cukup mengajukan permohonan resmi ke DKPP, nanti tim akan melakukan verifikasi,” jelas Kepala Dinas DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani.
Adapun langkah-langkah dan syarat yang perlu diperhatikan oleh pemohon adalah sebagai berikut:
- Pengajuan Surat Permohonan, ditujukan kepada DKPP Bojonegoro
- Verifikasi Dokumen: Tim DKPP akan memeriksa kelengkapan administrasi, termasuk melampirkan fotokopi KTP ketua Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
- Survei Kebutuhan: Tim lapangan akan memastikan kesesuaian kebutuhan alat dengan luas lahan yang akan dikerjakan.
DKPP menetapkan masa peminjaman standar selama 20 hari. Namun, pemerintah memberikan fleksibilitas bagi wilayah yang memiliki kebutuhan khusus atau luas lahan yang besar. Kelompok tani dapat mengajukan permohonan perpanjangan waktu jika masa pinjam awal dirasa belum mencukupi.
Meskipun layanan peminjaman alat bersifat gratis, terdapat beberapa hal yang menjadi tanggung jawab mandiri para peminjam:
- Logistik: Pengambilan dan pengembalian alat ke gudang DKPP.
- Operasional: Kebutuhan bahan bakar selama masa penggunaan.
- Tenaga Kerja: Penyediaan operator alat.
“Untuk pengambilan, pengembalian, termasuk kebutuhan bahan bakar alsintan menjadi tanggung jawab peminjam. Begitu pula operatornya, namun jika kelompok tani tidak memiliki operator, DKPP siap membantu menyiapkan petani yang sudah mengikuti pelatihan,” tambahnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan target swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah ini dapat tercapai secara maksimal melalui optimalisasi teknologi pertanian. (exo)
