Surabaya 31 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga kembali membuktikan kemampuannya dalam mencetak alumnus yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satunya adalah Hario Laskito Ardi SKom MKom merupakan alumni Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Manggala Teknologi Nusantara.
Hario memulai perjalanan kariernya sejak masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Berbagai peluang bisnis pernah ia coba, mulai dari usaha tour and travel Surabaya – Bali hingga pengembangan aplikasi berbasis lingkungan.
Kegigihan dan Pantang Menyerah
Berbagai kegagalan yang dialami tidak membuat Hario menyerah begitu saja. Setelah lulus, beberapa bisnis yang ia rintis sempat mengalami kebangkrutan. Namun, salah satu platform yang ia kembangkan, Lindungi Hutan, masih eksis hingga saat ini.
“Lindungi Hutan itu platform penggalangan dana untuk pelestarian hutan. Jadi masyarakat bisa menyumbang apa saja untuk menjaga hutan. Kami mengembangkan platform ini agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk apapun dan tanaman yang telah ditanam dapat dipantau melalui aplikasi,” jelasnya.
Setelah tiga tahun mengembangkan Lindung Hutan, Hario kembali merintis bisnis baru melalui PT Manggala Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa solusi digital. Selain itu, ia juga mengembangkan Tiket Pendakian, sebuah startup digital yang memudahkan pengelolaan pendakian gunung.
“Kami fokus pada digitalisasi. Jadi kedua perusahaan tersebut basisnya digital sehingga memudahkan dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Berikan Dampak dan Manfaat untuk Sekitar
Bagi Hario, setiap usaha yang dijalankan harus memberikan dampak dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Ia berupaya menghadirkan digitalisasi sebagai solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan.
“Kami ingin memberdayakan masyarakat dengan sistem digital yang kamu buat. Membuka lapangan pekerjaan sekaligus menjaga hutan tetap lestari,” ungkapnya.
Hario pun berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar lebih berani untuk mencoba dan memulai langkah awal dalam berwirausaha. Menurutnya, pengalaman gagal justru menjadi bekal penting sebelum terjun ke dunia kerja.
“Belajar merintis usaha dan belajar berorganisasi karena itu yang membuat teman-teman sempat gagal sehingga memiliki mental gagal dan bisa belajar untuk bangkit,” pesannya.
Kiprah Hario menjadi bukti bahwa UNAIR berhasil mencetak alumni yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.(naf)
