More
    BerandaUncategorizedKisah Perjuangan Alumni UNAIR, dari Perawat hingga Menjadi Rektor

    Kisah Perjuangan Alumni UNAIR, dari Perawat hingga Menjadi Rektor

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 31 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga kembali mencetak alumni berdampak di berbagai bidang. Kali ini, Dr Mundakir SKep Ns MKep Fishqua dari Fakultas Keperawatan yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) periode 2024–2028.

    Mundakir berhasil meraih kesuksesan meski berasal dari latar belakang yang sederhana. Keterbatasan biaya tidak membuatnya patah semangat untuk menggapai mimpi. “Karena keterbatasan biaya, maka saya tidak bisa langsung kuliah. Bahkan, saat itu bayangan kuliah saja tidak ada. Setelah lulus SMA saya langsung bekerja untuk membantu orang tua,” ungkapnya.

    Meniti Karier dari Perawat hingga Akademis

    Dorongan kedua orang tua mengantarkan Mundakir ke bangku perkuliahan. Satu per satu tangga menuju kesuksesan pun mulai ia tapaki.

    “Saya masuk ke Akademi Keperawatan UM Surabaya, lalu melanjutkan S1 Ilmu Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners di PSIK FK UNAIR, kemudian berlanjut S2 keperawatan di UI serta pernah mengikuti short course di Hamilton College, Adelaide City, Australia. Selanjutnya pada tahun 2013 saya melanjutkan S3 di Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM Unair dan lulus tahun 2017,” jelasnya.

    Selain fokus pada pendidikan, karier akademiknya juga terus bertumbuh. la memulai perjalanan sebagai asisten dosen, kemudian menjadi dosen, hingga akhirnya dipercaya memimpin perguruan tinggi sebagai rektor.

    “Alhamdulillah, awal tahun 2005 saya diterima sebagai CPNS dosen DPK Koperti 7 Jawa Timur (sekarang LLDIKTI 7) yang ditempatkan di Universitas Muhammadiyah Surabaya hingga sampai sekarang, jadi status saya di Umsura adalah dosen tetap PNS-DPK” imbuhnya.

    Peran Strategis Sebagai Rektor

    Dalam kepemimpinannya sebagai rektor, Mundakir mengungkapkan bahwa visi besarnya adalah transformasi keberlanjutan. Menurutnya, jabatan rektor merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Saya prioritaskan pada tiga program besar, yaitu pengembangan sumber daya manusia, pengembangan bisnis sebagai income generating kampus, serta peningkatan dan pengembangan program internasionalisasi kampus,” tegasnya.

    Ia juga menekankan bahwa setiap amanah harus diniatkan dengan baik. Selain itu, memahami kapasitas diri serta menjaga komunikasi menjadi kunci penting meraih mimpi. “Manfaatkan kesempatan menjadi mahasiswa sebaik mungkin, kembangkan kapasitas kalian, carilah ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin. Ingat, tidak semua orang seberuntung kalian,” pesannya.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru