Surabaya 3 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang lewat salah satu mahasiswa mudanya, Farrel Arif Muhammad. Di usia yang terbilang sangat muda, yaitu 21 tahun, Farrel berhasil meraih Beasiswa Pendidikan Magister untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Kini, di usia 22 tahun, ia melanjutkan perjalanan akademiknya dengan melangkah ke jenjang Doktoral.
Jejak akademiknya bermula dari studi S1 di bidang Kedokteran Hewan di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR). Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Program Studi Vaksinologi dan Imunoterapetika di FKH UNAIR. Saat ini, Farrel sedang menempuh studi S3 di bidang Sains Veteriner di fakultas yang sama, melanjutkan komitmennya untuk mendalami ilmu kedokteran hewan secara lebih mendalam.
Tentang Program PMDSU
PMDSU (Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) merupakan terobosan dalam pendidikan pascasarjana yang memungkinkan lulusan Sarjana unggul untuk menempuh pendidikan Magister dan langsung melanjutkan ke jenjang Doktor dalam satu jalur terintegrasi. Dalam skema ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi peneliti dan akademisi dengan penekanan pada riset, publikasi ilmiah, serta pendampingan intensif oleh promotor dan tim pembimbing. Setelah menyelesaikan program Magister dan memenuhi capaian akademik yang ditetapkan, mahasiswa dapat melanjutkan ke Program Doktor tanpa perlu mendaftar ulang seperti pada jalur reguler.
PMDSU tidak tersedia di semua fakultas atau program studi, program ini lebih bergantung pada ketersediaan promotor yang lolos pada setiap batch. Pembukaan program studi S2 dan S3 kemudian menyesuaikan dengan bidang keilmuan dari promotor yang tersedia.
Awal Perjalanan Menuju PMDSU
Farrel sendiri pertama kali mengetahui PMDSU melalui penguji skripsinya. “Awalnya, saya mengetahui informasi mengenai PMDSU dari penguji skripsi saya. Sejak awal, saya memang memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Setelah mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai PMDSU, Farrel mulai mempelajari persyaratan dan mekanisme seleksinya “Pada batch tahun tersebut, fakultas saya, yaitu Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), termasuk dalam skema PMDSU dengan program studi Magister Vaksinologi dan Imunoterapetika.”
Meskipun latar belakangnya sebelumnya adalah asisten praktikum Parasitologi Veteriner, yang cukup berbeda dengan bidang Vaksinologi dan Imunoterapetika, justru perbedaan ini yang membuat Farrel tertarik “Selama studi Sarjana, saya merasa bahwa saya hanya mempelajari bidang tersebut secara superfisial. Mengambil studi Magister di bidang yang relatif baru bagi saya menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk memperdalamnya secara lebih komprehensif,” jelasnya.
Farrel mengikuti seluruh tahapan seleksi PMDSU, mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi akademik dan wawancara. Hasilnya, ia mendapat awardee PMDSU dan mulai belajar di bawah bimbingan Prof Fedik Abdul Rantam. “Alhamdulillah, saya telah dinyatakan lulus dari program Magister dan baru saja memulai studi pada jenjang Doktoral,” ujar Farrel dengan penuh rasa syukur.
Tantangan Menjalani Studi Paralel
Farrel juga mengungkapkan beberapa kendala yang ia hadapi dalam perjalanan akademiknya. “Saya sempat merasa bimbang karena selain melanjutkan studi di PMDSU, saya juga mengikuti Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH), yang mengharuskan saya menjalani studi pascasarjana (S2–S3) secara paralel dengan pendidikan profesi. Tentunya hal ini cukup menantang, karena membutuhkan kemampuan manajemen waktu dan komitmen yang tinggi,” ungkap Farrel.
Namun, ia merasa bersyukur karena sejauh ini dapat menjalani semuanya dengan baik. Saat ini, Farrel masih menyelesaikan stase Divisi Klinik di PPDHdan berencana mengikuti ujian UKMPPDH, sembari melanjutkan studi Doktoralnya. (far)
