Pacitan 6 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Gempa berpusat di 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer, pada koordinat 8,98 lintang selatan dan 111,17 bujur timur. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dari data yang berhasil dihimpun Pusdalops Tagana Jawa Timur, gempa menyebabkan kerusakan rumah warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan. Kerusakan tersebar di Kecamatan Pacitan, Pringkuku, Kebonagung, Nawangan, Bandar, Ngadirojo, dan Arjosari, dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Di Kecamatan Pacitan, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius. Rumah milik Sumarno di Kelurahan Pacitan mengalami ambrol pada bagian depan bangunan, sementara rumah Juminto di Kelurahan Temon roboh pada bagian belakang. Rumah Sarimin di Kelurahan Ploso dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Kerusakan juga terjadi pada rumah Lilik Dwi di Desa Menadi, dengan atap dapur roboh. Rumah Imam Suhari di Desa Sedeng mengalami retak pada dinding serta lantai pecah, sedangkan rumah Suryani di Desa Mentoro mengalami retak cukup parah pada bagian teras. Kerusakan dapur dan sebagian tembok ambruk juga terjadi pada rumah Agus Susanto di Kelurahan Pacitan. Sementara itu, rumah Sokiyem di Desa Kembang mengalami retak parah dan dilaporkan hampir roboh.
Di Kecamatan Pringkuku, kerusakan terjadi di Dusun Kendal, Desa Tamanasri. Rumah Suwito mengalami retak pada tembok, sedangkan rumah Atim mengalami kerusakan dinding berupa retakan dan sebagian ambrol. Kondisi tersebut menyebabkan pemilik rumah mengalami trauma dan khawatir menempati rumah karena potensi gempa susulan.
Kerusakan juga dilaporkan di Kecamatan Kebonagung. Rumah milik B. Mardianto di Desa Plumbungan mengalami kerusakan pada bagian atap bangunan akibat guncangan gempa.

Di Kecamatan Nawangan, beberapa rumah warga mengalami kerusakan berat. Rumah Paimah di Desa Mujing dilaporkan roboh pada satu sisi dinding tembok. Rumah Sugiono di Desa Gondang mengalami robohnya dinding tembok, sementara rumah Dewi Wulan S. di Desa Pakis Baru juga mengalami kerusakan berupa dinding tembok roboh.
Sementara itu, di Kecamatan Bandar, rumah Mardi di Desa Petungsinarang mengalami kerusakan pada bagian teras rumah.
Di Kecamatan Ngadirojo, gempa mengakibatkan kerusakan rumah serta korban luka. Rumah Juadi di Desa Wonodadi Kulon dilaporkan mengalami robohnya teras. Rumah Tumardi dan Sugiri di Desa Cokrokembang mengalami kerusakan pada bagian atap bangunan. Selain kerusakan rumah, satu orang warga bernama Joko Santoso, warga Desa Tanjungpuro, mengalami luka setelah terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri keluar rumah. Korban sempat tidak sadarkan diri dan segera dibawa ke UGD Puskesmas Ngadirojo untuk mendapatkan perawatan medis.
Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Arjosari. Rumah Bambang Sulistyo di Desa Kedung Bendo dilaporkan mengalami genteng jatuh pada salah satu sisi bangunan. Sementara rumah Prayitno di desa yang sama mengalami kerusakan pada tembok dapur dan kamar mandi, serta genteng jatuh akibat guncangan gempa.
Selain Pacitan, dampak gempa juga dilaporkan di Kabupaten Ponorogo. Di Kecamatan Ponorogo, rumah Paniyem di Kelurahan Surodikraman mengalami robohnya tembok samping bangunan.
Adapun Kabupaten Trenggalek dilaporkan dalam kondisi aman dan belum terdapat laporan dampak gempa, baik kerusakan maupun korban. Sementara Kabupaten Tulungagung, Blitar, dan Malang hingga saat ini juga belum menerima laporan kerusakan atau korban jiwa.
Koordinator Tagana Provinsi Jawa Timur, Twi Adi, membenarkan adanya dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini Tagana masih terus melakukan asesmen serta pendataan di sejumlah titik terdampak di Jawa Timur.
Secara umum, kondisi wilayah Jawa Timur terpantau aman dan kondusif. Tagana bersama relawan di daerah terus melakukan pemantauan melalui laporan lapangan dan informasi dari pusat data dan operasi Tagana Jawa Timur. (sai)
