Surabaya 13 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan kiprahnya di tingkat internasional dengan menerima kunjungan kehormatan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Swedia di Indonesia, Kamis (12/2) sore. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat jejaring kolaborasi global yang telah terbangun sebelumnya.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan bahwa kunjungan ini semakin menguatkan hubungan akademik antara ITS dan pemerintah Swedia yang telah terjalin sebelumnya. Ia menilai kemitraan tersebut bertumpu pada sejarah kolaborasi panjang dengan beberapa universitas ternama di Swedia. “Universitas tersebut antara lain KTH Royal Institute of Technology, SF Marina, Stockholm School of Economics, dan University of Borås,” bebernya.
Lebih lanjut, Bambang menuturkan bahwa pertemuan ini dijadikan sebagai momentum penting untuk memperluas bentuk kerja sama akademik dan profesional. Adapun peluang kerja sama yang ditawarkan meliputi program International Undergraduate Program (IUP), skema gelar ganda, dan akses karier di industri teknologi Swedia. “Kami ingin membuka lebih banyak jalur pengalaman internasional bagi mahasiswa dan alumni ITS,” ujar Guru Besar Teknik Mesin ITS ini.
Selain itu, Bambang menambahkan bahwa ITS juga proaktif mendorong kehadiran mahasiswa Swedia untuk belajar di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui program pertukaran dan magang jangka pendek. Dengan demikian, ia berharap interaksi dua arah tersebut mampu memperkuat kualitas kolaborasi pendidikan global di ITS.
Hadir langsung memimpin kunjungan tersebut, Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Daniel Blockert yang menilai kolaborasi dengan ITS menunjukkan perkembangan yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia menyampaikan bahwa sejumlah universitas di Swedia menempatkan ITS sebagai mitra yang sangat aktif.
Di samping itu, Daniel juga menyoroti meningkatnya minat pertukaran mahasiswa di antara kedua negara. Ia memperhitungkan bahwa tren ketertarikan mahasiswa Swedia untuk belajar di Indonesia terus bertumbuh. “Peluang ini akan terus berkembang seiring dengan dorongan kemitraan yang lebih luas,” ungkap Daniel.
Ke depan, pihaknya mendorong pertemuan lanjutan dengan universitas-universitas Swedia guna memperdalam kolaborasi riset dan pendidikan. Daniel berharap langkah konkret dapat segera diwujudkan melalui agenda bersama. “Semoga pertemuan berikutnya menjadi langkah awal yang baik untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas,” tutupnya. Melalui kunjungan ini, ITS semakin meneguhkan kontribusinya terhadap implementasi Sustainable Development Goals poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan yang juga menekankan pentingnya kemitraan global. Langkah tersebut sekaligus memperluas peluang sinergi lintas negara dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia. (far)
