Surabaya 13 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Tim Penggerak (TP) PKK memperkuat komitmennya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran Indonesian Women’s Reproductive Mobile Clinic, sebuah layanan klinik berjalan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan Waron Hospital dan Rotary, yang diresmikan di Kantor PKK Jalan Tambaksari No. 11, Jumat (13/2/2026).
Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa kehadiran mobil klinis ini merupakan solusi jemput bola bagi pemeriksaan ibu hamil, terutama mereka yang masuk dalam kategori berisiko tinggi.
“Ini adalah kolaborasi tiga pilar, Waron Hospital, Rotary, dan Pemkot Surabaya. Tujuannya jelas, agar ibu-ibu tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan spesialis. Kita ingin memastikan ibu sehat, bayi sehat, dan angka kematian ibu-anak terus menurun di Surabaya,” ujar Rini Indriyani.
Pada peluncuran perdana ini, sebanyak 10 ibu hamil dari wilayah Tambaksari mendapatkan pemeriksaan USG gratis oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn).
Rini Indriyani menjelaskan, sasaran utama program ini adalah para ibu dengan faktor risiko, seperti kehamilan usia 40 tahun ke atas, riwayat persalinan sesar berulang, jumlah anak yang sudah terlalu banyak, dan memiliki kondisi medis tertentu seperti infeksi saluran kemih atau posisi janin sungsang.
“Tadi sempat ada temuan ibu hamil 7 bulan dengan posisi kepala bayi di atas. Karena ketahuan lebih awal melalui USG di sini, dokter bisa langsung memberi saran gerakan khusus agar posisi bayi kembali normal untuk persalinan alami,” tambahnya.
Selain pemeriksaan fisik, Rini Indriyani juga memberikan pesan menyentuh kepada para ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan memberikan ASI eksklusif.
“Ibu harus bahagia. Kalau ibunya senang, imun naik, bayinya pun ikut sehat. Jangan lupa nanti kalau sudah lahir, berikan ASI eksklusif karena itu hak anak yang paling murah namun paling berharga,” imbuhnya.
Dengan adanya mobil keliling ini, Rini Indriyani berharap ibu hamil di Kota Pahlawan tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk memantau kondisi janin dan mendeteksi dini masalah kehamilan.
“Lewat program ini, kami ingin terus bergerak untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI/AKA) serta memastikan persalinan berjalan normal dan sehat,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Waron Hospital, dr. Nikolas Dwi Susanto, M.Kes, mengungkapkan bahwa mobil ini bukan sekadar sarana transportasi, melainkan klinik reproduksi terpadu yang diklaim sebagai salah satu konsep pertama di Indonesia.
Fasilitas yang tersedia di dalam Mobile Clinic ini, antara lain pemeriksaan USG untuk kehamilan dan skrining tumor dan kanker payudara, skrining kanker serviks melalui pemeriksaan darah, papsmear, atau IVA test.
Mobil pemeriksaan tersebut, juga dilengkapi tenda lipat dan layar monitor untuk penyuluhan nutrisi anak dan kesehatan keluarga, serta konsultasi kesehatan anak hingga prosedur medis sederhana.
“Kami menyadari layanan kesehatan tidak boleh murni bisnis, harus ada sisi humanis. Kami memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologinya, sementara Pemkot melalui Dinas Kesehatan dan PKK memiliki datanya. Sinergi ini memastikan bantuan kami tepat sasaran,” ungkap dr. Nikolas.
Ke depan, Mobile Clinic ini dijadwalkan akan berkeliling ke kecamatan-kecamatan di Surabaya sebanyak dua kali dalam sebulan, dengan target menjangkau minimal 25 lokasi dalam satu tahun. (sar)
