Surabaya 14 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Hotel Mercure Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Pelantikan tersebut dirangkai dengan Rapat Kerja Provinsi POSSI Jawa Timur 2026 sebagai momentum penegasan arah baru pembinaan olahraga selam yang berorientasi pada penguatan sistem dan keberlanjutan prestasi.
Kegiatan pelantikan dihadiri Ketua Umum PB POSSI Makhruzi Rahman, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, jajaran pengurus cabang olahraga, serta pelaku olahraga di Jawa Timur.
Ketua Pengprov POSSI Jawa Timur Mirza Muttaqien mengatakan pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam menentukan masa depan prestasi olahraga selam di Jawa Timur.
“Hari ini bukan hanya pelantikan, tetapi menjadi titik pertemuan antara tradisi juara selam Jawa Timur dengan tanggung jawab generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan tradisi prestasi yang selama ini melekat pada Jawa Timur merupakan amanah yang harus dijaga melalui pembangunan sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilan di masa lalu tidak dapat menjadi jaminan untuk meraih kemenangan di masa depan tanpa adanya perubahan dan inovasi.
“Prestasi sebelumnya tidak menjamin kemenangan di masa mendatang. Karena itu, yang dibangun bukan hanya tradisi, tetapi sistem pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam kebijakan ke depan, POSSI Jawa Timur akan memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini melalui kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, terutama melalui program pembinaan pelajar seperti POR SD dan POPDA. Selain itu, bersama KONI Jawa Timur, pembinaan jangka panjang akan dioptimalkan melalui Pusat Latihan Daerah (Puslatda) serta pelaksanaan PORPROV sebagai ajang penjaringan atlet potensial.
POSSI Jawa Timur juga memperkuat sinergi dengan PB POSSI untuk memastikan cabang olahraga selam tetap berpartisipasi dalam ajang nasional strategis, seperti POPNAS dan PON, sekaligus mendorong atlet mampu bersaing di tingkat internasional.
Mirza menegaskan komitmen organisasinya untuk melahirkan atlet berprestasi lintas generasi, tidak hanya bagi kepentingan daerah, tetapi juga untuk mendukung kekuatan olahraga nasional.
“Jawa Timur tidak hanya harus berprestasi saat ini, tetapi juga menjadi sumber kekuatan bagi Indonesia,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh pengurus yang dilantik agar memaknai jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan kerja bersama.
“Tradisi juara tidak lahir dari nama besar semata, tetapi dari keberanian untuk berubah dan bekerja bersama. Yang dibangun hari ini bukan hanya prestasi, melainkan harapan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola organisasi serta pembinaan olahraga selam Jawa Timur yang lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mempertahankan posisi daerah sebagai salah satu lumbung prestasi olahraga nasional.(her)
