Surabaya 16 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menutup kegiatan Expo dan Expose SMK Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di Grand City Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut dinilai menjadi pintu pembuka masa depan bagi siswa sekolah menengah kejuruan.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa meskipun kegiatan expo telah berakhir, momentum tersebut justru menjadi awal bagi terbukanya peluang masa depan generasi muda SMK. Ia menyebut berbagai stan yang ditampilkan merupakan etalase inovasi, kreativitas, dan gagasan yang menunjukkan potensi besar siswa vokasi.
Khofifah juga mengapresiasi kontribusi dunia usaha dan dunia industri yang turut mendukung pengembangan inovasi siswa. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk membuka ruang bagi gagasan kreatif agar dapat berkembang dan terhubung dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia mencontohkan produk hasil karya siswa SMK, seperti komponen suku cadang persenjataan yang diproduksi oleh siswa SMK Sooko Mojokerto dan digunakan dalam produksi industri pertahanan di Malang. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki kemampuan yang kompetitif dan tidak kalah dari lulusan perguruan tinggi dalam menghasilkan produk.
Khofifah menambahkan, penguatan pendidikan vokasi akan meningkatkan kesiapan tenaga kerja sekaligus memperluas peluang penyerapan lulusan di dunia industri. Ia menilai inovasi, kreativitas, dan kemampuan teknis siswa SMK perlu terus didukung agar berkembang secara optimal.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Ia menutup acara dengan menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan Ramadan serta perayaan Imlek.
Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arie Wibowo Khurniawan, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai expo tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang pembuktian kualitas, inovasi, dan kesiapan lulusan SMK dalam menjawab kebutuhan dunia kerja dan pasar global.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa Expo dan Expose SMK 2026 bertujuan memperkuat citra SMK sebagai pusat produksi profesional, mempertemukan siswa dengan dunia industri, serta mendorong kerja sama strategis dan transaksi nyata.
Kegiatan ini diikuti 269 sekolah, terdiri dari 203 SMK negeri dan 66 SMK swasta, dengan jumlah pengunjung lebih dari 5.000 orang. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai lebih dari Rp 2,9 miliar. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur juga menandatangani nota kesepahaman dengan SMK Telkom Malang terkait pengembangan sumber daya manusia dan dukungan teknologi informasi. (yan)
