More
    BerandaUncategorizedDinsos Jatim Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Bayi PMI Asal Banyuwangi di Bandara Juanda

    Dinsos Jatim Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Bayi PMI Asal Banyuwangi di Bandara Juanda

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 22 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom –Jatim Social Care (JSC) Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melakukan pendampingan pemeriksaan kesehatan terhadap bayi WNI/PMI inisial AS (9), Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Pendampingan dilakukan pada Jumat (20/2/2026) di Help Desk/Crisis Center Disnakertrans Provinsi Jatim Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

    Bayi AS bersama ibunya, Rusmiana (43), tiba di Bandara Juanda pukul 19.30 WIB menggunakan pesawat Lion Air OD352 setelah dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru, sesuai surat rekomendasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Setibanya di lokasi, bayi langsung mendapatkan pemeriksaan medis oleh tim dokter anak dari RSUD Dr. Soetomo untuk memastikan kondisi kesehatannya.

    Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan perlindungan bagi warga yang membutuhkan.

    “Kami memastikan bayi dan ibunya mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat begitu tiba di Jatim. Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak, menjadi prioritas kami dalam setiap penanganan kasus,” ujarnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi AS dinyatakan dalam kondisi sehat dan stabil. Meski demikian, ibunya mengajukan permohonan untuk transit dan beristirahat terlebih dahulu karena belum memungkinkan melanjutkan perjalanan darat menuju Banyuwangi pada malam hari.

    Sebagai tindak lanjut, JSC Dinsos Jatim berkoordinasi dengan UPT PPSAB Sidoarjo Dinsos Jatim untuk menyediakan tempat transit sementara. Selain itu, Disnakertrans Jatim turut memfasilitasi rencana keberangkatan lanjutan menuju Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (21/2/2026).

    Lebih lanjut, Arif kembali menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan pemulangan PMI dan keluarganya. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan bersama berbagai pihak guna memastikan hak-hak dasar terpenuhi.

    “Penanganan ini melibatkan kolaborasi dengan Disnakertrans, UPT PPSAB, DP3AK, BP2MI, serta tenaga medis dari RSUD Dr. Soetomo. Sinergi ini penting agar proses pemulangan tidak hanya tuntas secara administratif, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan sosial,”  pungkasnya.(qal)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru