More
    BerandaPendidikanBuah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya: Kisah Desi Ayu Sulistyo Lulus dengan...

    Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya: Kisah Desi Ayu Sulistyo Lulus dengan IPK Sempurna

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 5 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Memory masa kecil Desi Ayu Sulistyo tidak hanya dipenuhi dengan permainan, tetapi juga pemandangan hangat tentang dedikasi. Setiap hari, ia menyaksikan kedua orang tuanya, Sukardi dan Retni Ayu Setyowati, dengan penuh kesabaran menyiapkan perangkat pembelajaran, memeriksa tumpukan buku siswa, hingga bercerita tentang dinamika di ruang kelas.

    Dari rutinitas sederhana itulah, benih cita-cita menjadi seorang guru sekolah dasar mulai tumbuh dan mengakar kuat. Kini, lulusan dari Prodi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berhasil membuktikan bahwa minat yang dirawat dengan konsistensi mampu membuahkan hasil luar biasa.

    Ia resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna: 4,00.

    “Rasanya sangat menyenangkan melihat bagaimana orang tua saya bisa begitu dekat dengan anak-anak. Hal itu memicu keinginan dalam diri saya untuk merasakan pengalaman yang sama,” ungkapnya.

    Keputusannya memilih PGSD Unesa tidak lepas dari jejak orang tuanya. Sang ibu adalah alumnus kampus yang sama. Menempuh studi di tempat ibunya menimba ilmu seolah menjadi caranya untuk melanjutkan estafet perjuangan di dunia pendidikan.

    Selama masa perkuliahan, penghobi tari ini tidak hanya berkutat dengan teori di dalam kelas. Ia menempa kompetensi pedagogiknya melalui program MBKM Asistensi Mengajar di sekolah pedesaan dan Program Surabaya Mengajar (PSM) di jantung kota.

    Pengalaman kontras antara dinamika sekolah desa dan kota ini membuka cakrawala berpikirnya tentang keberagaman karakter siswa. “Tantangan terbesar bagi saya adalah mengelola kelas yang ramai. Solusinya terletak pada persiapan media pembelajaran yang menarik serta refleksi berkelanjutan bersama guru pamong,” jelasnya.

    Di balik kesibukan menyusun perangkat ajar, Desi tetap meluangkan waktu untuk menekuni hobinya di UKM Tari Citaprasada Unesa. Baginya, menari adalah penyeimbang di sela manajemen waktu yang ketat.

    Kedisiplinan inilah yang membawanya meraih berbagai prestasi, mulai dari Juara 1 Lomba Cipta Puisi tingkat nasional hingga lolos pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Unesa 2024.

    Ketajaman akademiknya juga teruji melalui publikasi tiga artikel ilmiah di jurnal terakreditasi serta kepemilikan lima Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dalam skripsinya, ia membedah pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua di SDN Kapasan III/145 Surabaya dalam membentuk karakter sosial siswa, isu krusial dalam pendidikan dasar modern.

    Bagi Desi, gelar wisudawan terbaik hanyalah sebuah pintu masuk menuju pengabdian yang lebih nyata. Ia berkomitmen untuk segera terjun sebagai guru sekolah dasar, menjalankan profesi yang ia yakini sebagai panggilan hidup.

    Namun, langkahnya tidak akan berhenti di sini. Ia menyimpan harapan besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau Magister (S2).

    “Mengajar adalah tentang memberikan hati. Saya ingin terus berkembang menjadi guru profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi sebagaimana orang tua saya menginspirasi saya,” pungkasnya penuh harap.(bry)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru