Surabaya 4 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Program pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan capaian yang menggembirakan. Program yang telah dimulai sejak Januari 2026 ini mencatat hasil signifikan dalam pendampingan peternak bebek, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, dari 340 ekor bebek, hanya satu ekor yang mengalami kegagalan. Hal tersebut disampaikan oleh Penanggung jawab kegiatan, Prof Dr Widjiati drh MSi saat kegiatan monitoring di Balai Desa Palembon, Senin (4/5/2026).
Capaian tersebut menjadi indikator nyata keberhasilan program berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pendampingan intensif di lapangan. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa intervensi berbasis keilmuan mampu memberikan dampak langsung bagi produktivitas peternak.
Bukti Nyata Keberhasilan Pendampingan
Prof Widjiati menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan bentuk progres yang patut diapresiasi. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari sinergi antara tim akademisi dan masyarakat yang konsisten menerapkan ilmu yang telah diberikan.
“Ini adalah suatu progress yang sangat baik. Jerih payah kami terbayar lunas, terbayarkan, dan ini tentu membanggakan. Harapan kami masih sama, cita-cita kami yaitu Desa Palembon menjadi sentra produksi bebek.” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran FKH UNAIR dalam program ini bukan sekadar menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi membawa komitmen untuk memberikan output nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya peternak.
Kunci Sukses dan Ekspansi Program Berkelanjutan
Lebih lanjut, Prof Widjiati menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut didukung oleh pemberian keilmuan yang tepat sasaran, khususnya terkait gangguan reproduksi dan manajemen pakan ternak.
“Hari ini, kami datang dengan komitmen untuk memberikan output yang benar-benar bermanfaat untuk peternakan. Kami memberikan ilmu kepada para peternak terkait manajemen pakan ternak agar hasil produksi semakin optimal,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kualitas pakan sebagai faktor utama dalam mencegah kegagalan. Menurutnya, manajemen pakan yang baik menjadi langkah preventif yang harus terus dijaga oleh peternak.
“Kami berharap kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Palembon. Perhatikan pakan ternak sebagai upaya untuk menghindari kegagalan. Ingat bahwa kunci utama budidaya adalah kualitas pakan yang harus kita jaga.” tambahnya.
Tidak hanya berfokus pada sektor peternakan, program pengabdian ini juga akan berkembang ke arah pengentasan stunting secara berkelanjutan. Dalam implementasinya, FKH UNAIR akan berkolaborasi dengan berbagai fakultas di UNAIR guna menghadirkan pendekatan multidisiplin.
Sebagai langkah awal, FKH akan memberikan bantuan berbasis protein hewani seperti susu, telur, dan biskuit kepada anak-anak di wilayah Bojonegoro. Selain itu, nantinya juga akan berlangsung pemeriksaan antropometri untuk memantau kondisi pertumbuhan anak secara berkala.
Program ini diharapkan mampu merangkul berbagai sektor keilmuan, tidak hanya dari FKH, tetapi juga seluruh bidang ilmu di UNAIR agar dapat berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, dampak yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada peningkatan sektor peternakan, tetapi juga pada kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
