Surabaya 9 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-19 terus berjalan tertib dan lancar. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 9 Mei 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 25.038 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 57 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang, terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Secara kumulatif hingga 8 Mei 2026, sebanyak 24.279 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 64 kloter. Pada 9 Mei 2026 hingga pukul 11.00 WIB, terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 759 orang dari Kloter 65 dan 66, sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 25.038 orang dalam 66 kloter.
Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jumlah jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 11.606 laki-laki dan 13.432 perempuan.
Dalam pelaksanaan operasional, tercatat 99 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jemaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 17 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi hamil, 9 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 25 jemaah tunda keberangkatan dari daerah, 24 kursi kosong karena praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, serta 19 perpindahan kloter.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa mutasi keluar merupakan bagian dari dinamika operasional pemberangkatan yang terus dimonitor secara ketat agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan.
“Mutasi keluar umumnya disebabkan faktor kesehatan jemaah, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga pendamping yang harus menyesuaikan kondisi jemaah yang didampingi. Semua proses dilakukan berdasarkan prosedur dan pertimbangan keselamatan jemaah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari total 99 mutasi keluar, sebanyak 57 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk yang terdiri atas 19 jemaah dari daftar belum berkloter dan 38 jemaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi. Dengan demikian, sisa kursi kosong (open seat) dapat ditekan menjadi 42 kursi.
“PPIH terus mengoptimalkan skema pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pemberangkatan jemaah berjalan efektif,” tambah Mohammad As’adul Anam.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seluruh 66 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.
PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat tiga jemaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi, yaitu:
- Kamariyah Dul Tayib, Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan;
- Abd Wachid, Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan;
- Fajar Puja Sasmita, Kloter 11 asal Kota Malang.
Menurut laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur dan telah dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi. PPIH Embarkasi Surabaya juga terus berkoordinasi dengan keluarga di daerah asal masing-masing.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Sementara itu, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 8 orang, terdiri atas 6 jemaah sakit dan 2 pendamping. Sebagian masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.
PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat rencana kedatangan jemaah ke asrama pada 10 Mei 2026 sebanyak 1.900 orang dalam lima kloter, yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sumenep.
Pada fase pertama pemberangkatan ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.
Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Embarkasi Surabaya akan terus menjaga kualitas pelayanan agar seluruh proses operasional berjalan aman dan lancar hingga akhir masa pemberangkatan.
“ Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah agar dapat berangkat ke Tanah Suci dengan aman, nyaman, dan khusyuk dalam menjalankan ibadah,” pungkasnya.
