More
    BerandaOlahraga654 Atlet Ramaikan Lumajang, Kejurda Finswimming Jatim 2026 Tinggalkan Banyak Cerita

    654 Atlet Ramaikan Lumajang, Kejurda Finswimming Jatim 2026 Tinggalkan Banyak Cerita

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 12 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Tiga hari penuh sorak, tegang, dan adu cepat di dalam air akhirnya berakhir di Kolam Renang Veteran Lumajang. Kejuaraan Daerah (Kejurda) olahraga selam nomor finswimming Jawa Timur 2026 resmi ditutup setelah menghadirkan persaingan sengit antar atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur.

    Sebanyak 654 atlet dari 27 kabupaten/kota turun bertanding dalam 144 nomor perlombaan. Mulai kategori usia dini hingga senior, seluruh atlet tampil membawa target dan cerita masing-masing.

    Begitu aba-aba start dilepas, para atlet langsung meluncur cepat menggunakan monofin dan bifin. Air pecah di lintasan, tribun bergemuruh, sementara pelatih terus berteriak memberi instruksi dari pinggir kolam.

    Di arena itu, sepersekian detik bisa menentukan podium. Setiap nomor pertandingan nyaris tak memberi ruang kesalahan.

    Nomor apnea menjadi salah satu yang paling menyita perhatian penonton. Dalam nomor tersebut, atlet dituntut melaju dari start hingga finis tanpa mengambil napas, membuat suasana venue beberapa kali berubah hening dan tegang.

    “Bayangkan… dari start sampai finis tanpa napas. Di situ bukan hanya fisik yang diuji, tetapi juga mental dan fokus atlet,” ujar Ketua Umum POSSI Jawa Timur Mirza Muttaqien.

    Namun Kejurda tahun ini tidak hanya menghadirkan cerita soal medali.

    Orang Tua Ikut Tegang di Tribun

    Di tribun, para orang tua tampak sibuk merekam momen anak-anak mereka saat bertanding. Ada yang berdiri tegang menunggu finis, ada pula yang langsung berteriak bahagia ketika atlet berhasil menyentuh dinding kolam lebih dulu.

    Beberapa pelatih langsung memeluk atletnya usai perlombaan. Bahkan sejumlah atlet muda terlihat menangis haru setelah menyelesaikan lomba.

    “Tidak semua pulang membawa medali. Tapi semua pulang membawa cerita,” kata Mirza.

    Dalam klasemen akhir, Kota Surabaya tampil sebagai juara umum dengan raihan 34 emas, 40 perak, dan 33 perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Kediri dengan 21 emas, 17 perak, dan 15 perunggu, disusul Kabupaten Pasuruan dengan 12 emas, 13 perak, dan 16 perunggu.

    Kabupaten Malang dan Kabupaten Nganjuk melengkapi lima besar. Hasil tersebut sekaligus menunjukkan persaingan finswimming Jawa Timur mulai semakin merata dan tidak lagi hanya didominasi kota besar.

    Menurut Mirza, Kejurda menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet jangka panjang di Jawa Timur. Ia berharap semakin banyak atlet muda daerah yang berani tampil dan berkembang menuju level lebih tinggi.

    “Kami ingin anak-anak dari daerah juga merasakan bahwa mereka punya kesempatan yang sama untuk bermimpi besar,” ujarnya.

    Selain menghadirkan kompetisi, pelaksanaan Kejurda juga ikut menggerakkan aktivitas di Lumajang. Hotel dan penginapan ramai, warung makan penuh, hingga transportasi lokal ikut meningkat selama pelaksanaan kejuaraan.

    Dan bagi banyak atlet muda, Kejurda ini mungkin baru langkah awal.

    Karena beberapa tahun ke depan, nama-nama yang hari ini masih bertanding di level daerah bisa saja berdiri membawa nama Indonesia di panggung nasional bahkan internasional.

    “Level berikutnya dimulai di sini,” pungkas Mirza.

    Karena dari kolam di Lumajang, mimpi-mimpi kecil itu mulai berenang menuju panggung yang lebih besar.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru