Surabaya 9 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pencegahan stunting membutuhkan intervensi yang bermula sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan. Berangkat dari komitmen tersebut, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar sarasehan dan sesi interaksi. Kegiatan ini bertajuk Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting pada Selasa (7/7/2026) di Pendopo Malowopati, Bojonegoro. Menghadirkan ibu hamil dan kader kesehatan sebagai peserta, kegiatan ini juga melibatkan narasumber dari Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. Kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi multidisiplin dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Hadir sebagai pemateri pertama, dosen Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR, dr Bayu Priangga SpOG MKedKlin. Ia menekankan bahwa upaya mencegah stunting harus bermula sejak masa kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu. Menurutnya, kualitas nutrisi selama kehamilan akan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin. Sehingga, edukasi kepada calon ibu menjadi langkah preventif yang tidak dapat ibu abaikan.
Nutrisi Ibu Hamil Menjadi Investasi Generasi Sehat
Dalam paparannya, Bayu mengungkapkan bahwa Indonesia masih menyumbang sekitar lima persen angka stunting global. Oleh karena itu, ia mengimbau ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan agar risiko seperti anemia dapat terdeteksi dan sedini mungkin tertangani. “Pemeriksaan kehamilan sangat penting agar kondisi seperti anemia dapat segera diketahui dan ditangani. Pencegahan stunting harus bermula sejak ibu mengandung, bukan setelah bayi lahir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bayu menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi ibu hamil berbeda pada setiap trimester. Pada trimester pertama, ia menganjurkan para ibu tidak menambah porsi makan secara berlebihan. Sedangkan pada trimester kedua kebutuhan energi mulai meningkat sehingga porsi makan secara bertahap bisa bertambah. Ia memastikan bahwa ibu hamil harus memenuhi kecukupan makronutrien, mikronutrien, dan cairan. Selain itu, ibu hamil juga perlu menghindari ikan dengan kandungan merkuri tinggi, konsumsi kafein berlebihan, minuman tinggi gula, serta makanan yang belum matang. “Pola makan yang tepat selama kehamilan merupakan investasi bagi tumbuh kembang janin sekaligus menjadi langkah awal untuk mencegah stunting,” jelasnya.
Sinergi Lintas Disiplin Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting
Kehadiran dosen FK UNAIR sebagai narasumber dalam kegiatan yang FKH UNAIR inisiai mencerminkan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan Universitas Airlangga dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Melalui diskusi interaktif, ibu hamil dan kader kesehatan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pemenuhan gizi selama kehamilan. Sehingga, dapat terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus tersebar kepada masyarakat.
Harapan kedepan, kolaborasi FKH UNAIR, FK UNAIR, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tersebut mampu memperkuat upaya promotif dan preventif dalam percepatan penurunan stunting. Melalui edukasi berbasis ilmiah dan sinergi antarlembaga, UNAIR terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting. (rin)
