Surabaya, 21 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur (Jatim), bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya resmi memperkuat sinergi dan kerja sama antarinstansi di bidang komunikasi publik. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan penyebarluasan informasi serta edukasi program pemerintah kepada masyarakat secara luas.
Komitmen strategis tersebut mengemuka saat Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, melakukan kunjungan kerja bersama jajaran ke Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Jatim, Jalan Airlangga No.31-32, Surabaya pada Senin (20/7/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Ia menyampaikan bahwa BKKBN Jawa Timur siap berbagi pengalaman terkait strategi membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan media massa.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antarinstansi. Kami berharap pengalaman BKKBN Jawa Timur dalam membangun kemitraan dengan media dapat menjadi referensi dalam memperkuat publikasi program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Shodiqin.
Shodiqin menjelaskan, BKKBN Jawa Timur telah mengembangkan ekosistem komunikasi publik yang kuat melalui pengelolaan Media Center serta tim komunikasi internal seperti PIJAR dan NGOPI. Tim ini aktif menjalin relasi harmonis dengan media massa untuk menyalurkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang efektif.
Menurutnya, baik Kemendukbangga/BKKBN maupun BBPOM mengemban visi serupa, yaitu memberikan pelayanan publik berkualitas melalui edukasi yang transparan dan mudah dipahami masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, mengapresiasi keberhasilan BKKBN Jatim dalam merangkul media massa. Ia menegaskan bahwa BBPOM Surabaya memerlukan jangkauan publikasi yang lebih masif untuk mendukung berbagai program strategisnya, mulai dari pengawasan obat, makanan, kosmetik, hingga pembinaan UMKM dan pelaku usaha.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih baik dalam komunikasi publik. Apa yang telah dilakukan BKKBN Jawa Timur menjadi inspirasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas publikasi sehingga masyarakat semakin memahami peran dan pelayanan yang diberikan pemerintah,” ungkap Yudi.
Yudi menambahkan bahwa publikasi media bukan sekadar instrumen penyampaian informasi, melainkan wujud nyata dari transparansi dan akuntabilitas lembaga kepada publik.
Melalui pertemuan ini, kedua instansi berkomitmen untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk pertukaran pengalaman, perumusan strategi publikasi bersama, serta penguatan kemitraan media. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akurat, dan semakin mudah diakses oleh seluruh masyarakat Jawa Timur.(her)
