Jeddah, 30 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – PT. BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jawa Timur turut ambil peran dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur – Arab Saudi yang dilaksanakan di Jeddah, Arab Saudi pada 24 September 2026. Partisipasi ini merupakan langkah sangat strategis bagi Bank UMKM Jatim dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi para nasabah, sekaligus mendorong pelaku usaha Jawa Timur untuk naik kelas menjangkau pasar internasional.
“Bank UMKM Jatim ingin memberikan dukungan yang lebih luas kepada nasabah. Pembiayaan merupakan salah satu fondasi, tetapi kami juga ingin mendorong nasabah agar dapat berkembang, memperluas jejaring, dan menemukan peluang pasar baru, termasuk pasar internasional,” ujar Irwan Eka Wijaya, Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda).
Bank UMKM Jawa Timur membawa dua nasabah unggulan dalam forum tersebut, yaitu Bibit Unggul Blitar dan Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri. Desa Wisata Jambu Kediri yang dikelola Agus Joko Susilo berhasil mencatatkan pemesanan batang bibit alpukat hingga setengah miliar rupiah. Nasabah Kredit Prokesra ini mengelola destinasi wisata pedesaan dan menyediakan berbagai bibit tanaman buah unggul seperti alpukat, kelengkeng, durian dan lainnya.
“Alhamdulilah, alpukat kami ternyata diminati,” kata Agus. Kedua nasabah ini juga mendapatkan penawaran untuk mengisi Lulu Hypermarket, toserba di Jeddah.
Kehadiran kedua nasabah tersebut menjadi bentuk nyata peran Bank UMKM Jatim dalam menghubungkan akses pembiayaan dengan peluang pengembangan usaha dan pasar hingga luar negeri. Menurut Irwan Eka Wijaya, Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda), keterlibatan Bibit Unggul Blitar dan Desa Wisata Jambu menunjukkan bahwa pelaku usaha Jawa Timur memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar global.
“Keikutsertaan dua nasabah ini menunjukkan bahwa potensi usaha di Jawa Timur sangat beragam. Ketika potensi tersebut dipertemukan dengan buyer internasional, maka terbuka peluang untuk meningkatkan skala usaha sekaligus mendorong produk Jawa Timur masuk ke pasar global,” tambahnya.
Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Arab Saudi di Jeddah mencatat potensi transaksi sebesar Rp6,716 triliun. Di dalam capaian tersebut, salah satu komitmen transaksi yang berhasil diperoleh nasabah Bank UMKM Jatim adalah senilai Rp500 juta untuk ekspor entres alpukat dari Desa Wisata Jambu Kediri.
Melon Putih Tulungagung Diminati Distributor Buah Medan
Tak hanya di kancah internasional, langkah ekspansif Bank UMKM Jatim dalam memperluas jejaring pemasaran juga berlanjut dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur – Sumatera Utara yang digelar di Medan, 29 September 2026. Bank UMKM Jatim membawa mitra binaanya yaitu buah naga dari Banyuwangi yang dikelola oleh Teguh Budi Santoso di bawah bendera Karunia Buah dan UD Fajar Hidroponik Farm asal Tulungagung yang dipimpin oleh Vicky Fajar Ibrahim.
Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda), Irwan Eka Wijaya, menyampaikan bahwa keikutsertaan bank dalam misi dagang antardaerah ini merupakan wujud komitmen nyata untuk mendampingi pelaku UMKM memperluas penetrasi pasar hingga ke luar pulau.
“Melalui ajang misi dagang seperti di Sumatera Utara ini, kami ingin memastikan produk-produk unggulan nasabah binaan Bank UMKM Jatim tidak hanya tumbuh di kandang sendiri, tetapi juga mampu merambah pasar regional yang lebih luas dan bernilai ekonomi,” ujar Irwan.
Dalam misi dagang tersebut, antusiasme pengunjung terhadap produk buah asal Jawa Timur sangat tinggi. Salah satu komoditas yang paling diminati adalah buah melon putih, mengingat produk tersebut jarang ditemui di Medan. Tingginya minat ini bahkan menarik perhatian langsung sejumlah pengunjung yang juga merupakan distributor buah di Medan untuk meminta kontak pribadi petani guna menjalin kerja sama bisnis lebih lanjut.
“Semoga melon putih kami bisa diterima di Medan dan wilayah Sumatera Utara lainnya,” kata Vicky Ibrahim.
Melalui keikutsertaan para pelaku usaha ini, Bank UMKM Jatim terus berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi komoditas lokal agar semakin berdaya saing di pasar regional maupun nasional.
Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) dan Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan transaksi perdagangan sebesar Rp2,843 triliun untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi antardaerah. Misi dagang yang dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini membukukan transaksi penjualan produk Jawa Timur ke Sumatera Utara sebesar Rp2,721 triliun dan pembelian produk Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jawa Timur senilai Rp121,592 miliar.(her)
