Surabaya, 13 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mobil GARED III Diesel buatan Garnesa Racing Team Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatatkan konsumsi bahan bakar hingga 245,188 kilometer per liter (km/L). Inovasi rekayasa kendaraan ini mengantarkan Unesa meraih Juara 2 Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 kategori Mesin Pembakaran Dalam (MPD) Diesel di Universitas Jember pada 1–5 Oktober 2026.
Capaian tersebut menandai lonjakan efisiensi signifikan sebesar 36 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 180 km/L. Lompatan performa ini lahir dari riset kolaboratif yang melibatkan 44 mahasiswa lintas disiplin dari tujuh program studi Unesa, di bawah pendampingan dosen pembimbing.
General Manager Garnesa Racing Team, Cikal Nauvaldi Suhendar, menjelaskan bahwa penyempurnaan kendaraan difokuskan pada pemangkasan bobot sasis, optimasi variabel pengujian, hingga perbaikan sirkuit kelistrikan.
Di lintasan, tim juga menerapkan strategi gliding—memanfaatkan momentum laju kendaraan saat mesin dimatikan dalam kondisi tertentu—guna menghemat konsumsi bahan bakar secara maksimal.
“Tantangan terbesar selama proses pengembangan terletak pada konsistensi riset. Evaluasi performa tahun lalu kami uji ulang secara terukur untuk memastikan setiap komponen bekerja efisien,” ujar Cikal.
Dosen pembimbing tim, Agung Prijo Budijono, menilai raihan ini telah melampaui target internal saat latihan. Pengembangan kendaraan hemat energi menuntut integrasi presisi antara aerodinamika, pengurangan gesekan mesin, efisiensi sirkuit kelistrikan, hingga teknik mengemudi yang cermat.
“Proses riset dan inovasi yang dilakukan mahasiswa sudah terbukti nyata di lapangan dan siap menjadi fondasi pengembangan teknologi kendaraan masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, dosen pembimbing dua, Firman Yasa Utama, menegaskan bahwa Garnesa diposisikan sebagai laboratorium hidup (living lab) bagi mahasiswa untuk menguji teori perkuliahan dalam skala kompetisi industri.
Melalui wadah ini, mahasiswa tidak hanya diasah dalam kapasitas teknis rekayasa otomotif, tetapi juga ditempa dalam manajemen waktu, pemecahan masalah kompleks, dan kerja sama tim.
“Hasil ini merupakan buah dari kerja keras dan kerja sama tim yang patut diacungi jempol. Semoga semangat dan kerja keras ini bisa terus ditingkatkan ke depan, dan semakin menorehkan hal-hal baik yang membanggakan bagi tim, lembaga, dan masyarakat ke depan,” harapnya.(her)
