Surabaya 13 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Komitmen menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi percontohan nasional dalam upaya pemberantasan narkoba kembali menguat melalui deklarasi “Jawa Timur Bersih Narkoba” yang digelar di Surabaya, 13 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis mendukung akselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang aman dan berdaya saing.
Kehadiran sejumlah tokoh penting dalam forum tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi lintas sektor. Tampak hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Komjen Pol. Dr. H.C. Suyudi Ario Seto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia H. Yandri Susanto, serta Anggota DPD RI Lia Istifhama.
Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai konsisten membangun gerakan kolektif dalam memerangi narkoba hingga ke akar rumput. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat desa.
Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peluang besar menjadi role model nasional karena pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif.
Dalam pernyataannya, Lia menuturkan bahwa dukungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sangat signifikan, terutama melalui program desa bersih narkoba yang menyasar langsung komunitas paling dasar dalam struktur sosial.
“Program yang menyentuh desa ke desa ini menjadi langkah nyata membangun ketahanan masyarakat dari bawah. Ketika desa kuat dan sadar bahaya narkoba, maka benteng sosial kita juga akan semakin kokoh,” ujarnya dengan nada optimistis.
Tidak hanya berhenti pada penguatan desa, Lia juga memberikan penghargaan terhadap langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai memasukkan materi edukasi bahaya narkoba ke dalam kurikulum di tingkat kabupaten dan kota.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika sejak dini.
Ia menilai kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.
“Ketika anak-anak kita dibekali pemahaman sejak dini, maka kita sedang menyiapkan masa depan bangsa yang lebih kuat dan terbebas dari ancaman narkoba,” ungkapnya.
Deklarasi ini menjadi simbol bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Jawa Timur dengan kekuatan kolaborasinya dinilai mampu menjadi contoh nasional dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga agar target besar menciptakan Indonesia bersih narkoba dapat terwujud.(her)
