Surabaya 12 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Anggun Mochammad Yusuf, alumni angkatan pertama Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil membangun klinik hewan berskala internasional. Klinik hewan ‘Amy Animal Care’ kini telah memiliki empat cabang di Indonesia dan Brunei Darussalam.
Lahir dan besar di Banyuwangi, Anggun telah menanamkan jiwa bisnis sejak kecil. Setelah lulus sebagai dokter hewan dan menjalani sumpah dokter, ia langsung berangkat ke Brunei Darussalam pada tahun berikutnya. Selama satu tahun berkarier di luar negeri, Anggun mengumpulkan pengalaman klinis sekaligus mempersiapkan rencana besar membangun klinik hewan mandiri.
“Orang yang bekerja milik sendiri akan gampang mencari waktu untuk kita sendiri, dan akan enjoy dengan apa yang akan kita lakukan,” jelas Anggun
Setelah kembali ke Indonesia, Anggun mendirikan klinik hewan pertamanya yang bernama Amy Animal Care di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Perkembangan kliniknya berkembang pesat. Pada tahun 2023, ia membuka cabang kedua di Brunei Darussalam. Kemudian pada April 2025, cabang ketiga resmi beroperasi di Klatak, Banyuwangi, disusul cabang keempat di Jajag, Banyuwangi pada tahun yang sama.
“Semua sudah saya persiapkan dan diperhitungkan sejak awal. Mulai dari tempat, alat praktik, hingga konsep layanan,” ujar Anggun.
Anggun menjelaskan keunggulan Amy Animal Care terletak pada layanan yang lengkap, mulai dari klinik, laboratorium, pet shop, home service, hingga fasilitas rawat inap (opname) untuk hewan besar serta penanganan kasus penyakit virus yang tidak semua klinik berani menerima. Klinik ini juga melayani hewan peliharaan, hewan akuatik, unggas, hingga satwa liar.
Anggun mengaku telah aktif magang sejak semester pertama kuliah di berbagai klinik di luar pulau. Dari sana, ia mempelajari sistem operasional klinik, manajemen bisnis, serta kebutuhan layanan kesehatan hewan. Pengalaman tersebut kemudian ia evaluasi dan terapkan dalam pengembangan Amy Animal Care. “Dokter hewan tidak hanya memahami hewan peliharaan, tapi juga hewan akuatik, unggas, hingga satwa liar. Dari situ saya mencicil kebutuhan untuk membuka klinik,” jelasnya.
Dalam mengembangkan layanan, Anggun aktif mengikuti seminar dan menjalin relasi dengan berbagai klinik lain demi meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, modal utama menjadi pengusaha bukan hanya keahlian teknis, tetapi juga relasi, public speaking, attitude, dan kemampuan membangun bonding dengan pelanggan.
Lebih lanjut, Anggun berharap Amy Animal Care dapat membuka lebih banyak cabang, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, serta berkembang menjadi jaringan klinik hewan internasional di berbagai negara.
“Kenalilah diri sendiri dan semangat belajar. Kalau tidak belajar, kita akan tertinggal. Sejak masuk fakultas, mahasiswa harus tahu ingin jadi apa dan mau ke mana,” pungkas Anggun.(far)
