Surabaya 10 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi salah satu perguruan tinggi yang melahirkan alumni berdampak di berbagai bidang. Salah satunya Ferry Indriasmoko, alumni Fakultas Vokasi yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur sekaligus Deputy Director Privat and Business Development Manager MRI di PT Mulya Husada Jaya (MHJ) Indonesia.
Ferry mengaku ambisinya untuk tidak bertahan di zona nyaman menjadi motivasi dalam mewujudkan mimpinya. Keinginan itu membawanya berperan di berbagai bidang pekerjaan. “Saya selalu keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal-hal baru. Kadang tidak sesuai dengan latar belakang akademik, tetapi justru membuat kita bertumbuh lebih cepat,” ungkapnya.
Perjalanan Karier
Selepas lulus dari perguruan tinggi, Ferry langsung bekerja sebagai radiografer di Rumah Sakit Premier Surabaya. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga bekerja sebagai Sales Executive Bank Niaga. Setelah empat tahun, Ferry mulai fokus memegang alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) di Rumah Sakit Husada Utama. “Zaman itu perkembangan MRI masih sangat terbatas, sehingga saya membuat blog Saatnya Belajar MRI. Saya menulis di blog tersebut, tujuannya untuk membagikan ilmu yang saya miliki tentang MRI dan perkembangannya,” jelasnya.
Kemudian, Ferry beralih bidang dari radiografer menjadi manager produksi di perusahaan industri alat kesehatan. Setelahnya, ia menekuni bidang healthcare digital atau teknik informasi yang mempelajari software rumah sakit. Ia beralih dari bidang radiografer menuju industri IT. “Saya bergabung di GE Healthcare, jadi memang dari perusahaan lokal ke perusahaan multinasional. Saya meniti karier dari bawah, mulai sebagai produk spesialis hingga country sales manager healthcare digital,” imbuhnya.
Sebelum akhirnya menjabat di MHJ Indonesia, Ferry sempat terjun di bidang bisnis sebagai Business Manager untuk Enterprise Diagnostic Informatik (EDI) di bawah kepemimpinan Asia-Pasifik bersama perusahaan Philips. Ia terhubung dengan CEO beberapa rumah sakit hingga Digital Transformation Officer (DTO) serta Kementerian Kesehatan Indonesia. “Saya ditawari MHJ sebagai wakil direktur untuk mengurusi bisnis di sektor swasta, di sana saya juga mengembangkan bisnis MRI.”
Kunci Kesuksesan
Ferry menilai growth mindset, disiplin, mimpi, afirmasi, serta tanggung jawab sebagai bekal penting sebelum terjun ke dunia kerja. Ia juga menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman untuk berkembang. “Growth mindset harus hadir agar kita tidak terpaku di satu tempat. Nah, hal lainnya ini menjadi pendukung agar kita dapat siap menghadapi dunia kerja,” tekannya.
Selain itu, membangun koneksi dan kemampuan pemecahan masalah juga perlu dilatih sedini mungkin. Menurutnya, banyak lulusan baru yang kurang siap untuk bekerja karena minim kemampuan dasar tersebut. “Jalin relasi, bertanggung jawab, semua akan terpakai. Kalau misalkan hanya fokus akademis, nanti jadi kurang mengerti bagaimana praktiknya karena kurang pengalaman,” pesannya. (far)
