More
    BerandaUncategorizedAlumni UNAIR Nahkodai PT Gemilang Mulia, Perusahaan Jasa dan Produk Unggas

    Alumni UNAIR Nahkodai PT Gemilang Mulia, Perusahaan Jasa dan Produk Unggas

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 28 Nopember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Berawal dari bangku kuliah, drh Pramudya Rizki Ruandhito MSc dan drh Nurochmah Ishiyama Hamid MVPH menempuh perjalanan panjang hingga mencapai posisi mereka saat ini. Pasangan suami istri ini merupakan alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Kini, keduanya menahkodai PT Gemilang Mulia, sebuah perusahaan jasa dan produk unggas.

    Usaha Kecil hingga Omset Milyaran

    Pram menceritakan bahwa ia mulai membangun usahanya ketika sedang menempuh perkuliahan S2. Dengan latar belakang sebagai dokter hewan, ia menjual ayam pullet sekaligus menyediakan jasa perawatan bagi pembelinya.

    “Awalnya saya ditawari kandang sama kenalan, saya sewa dan mulai jual ayam pullet kecil-kecilan. Saya juga kasih perawatan seperti obat, vaksin, atau pendampingan sampai selesai. Karena peternakan uangnya besar, jadi saya buat perusahaan untuk manajemennya. Sekarang alhamdulillah omsetnya bisa milyaran sebulan,” jelasnya.

    Di awal perjalanan bisnis, Pram mengaku menghadapi banyak tantangan. Berbagai persoalan seperti penipuan, pencurian, hingga masalah kesehatan ternak menjadi bagian dari proses pembelajaran.

    “Ayam pernah sakit kena virus, pernah suhunya kurang bagus akhirnya banyak yang mati, pernah dicolong orang, pernah ditipu orang, dan masih banyak lagi. Tapi dari situ kita belajar, kalau ada masalah serupa penanganannya bagaimana. Kalau menurut saya, nyawanya usaha itu di cashflow, bagaimana kita mengatur pemasukan dan pengeluaran suatu usaha agar bisa untung,” paparnya.

    Soft Skill menjadi Kunci Penting

    Pram menekankan bahwa soft skill berperan besar dalam kelancaran sebuah usaha. Ia berpesan agar seseorang tidak merasa semua hal dapat dicapai secara instan, melainkan perlu menikmati proses dan terus mengevaluasi diri untuk membentuk visi dan misi karier.

    “Ketika sudah lulus kuliah itu tantangannya luar biasa. Ternyata yang paling susah bukan tentang ayamnya. Kalau ayam sakit kan ada obatnya, jadi tau penanganannya. Tapi yang penting itu ngurus orang, ngurus tim, membentuk tim atau menciptakan tim supaya mereka sesuai dengan keinginan kita, itu yang paling susah,” imbuhnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Yama juga menambahkan agar mahasiswa tidak terpaku hanya pada pengetahuan yang didapat di bangku perkuliahan saja. Menurutnya, belajar dari mana saja itu penting dan perlu.

    “Belajar di luar kampus. Karena buat hidup ini berjalan ke depan, banyak sekali ilmu yang harus diaplikasikan dan jangan merasa berpuas diri akan ilmu yang sudah didapatkan. Jadilah gelas kosong yang terus menerus mencari isinya,” pesannya. Kisah Pram dan Yama menunjukkan bahwa UNAIR tidak hanya mencetak lulusan berkompeten, tetapi juga alumni yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan ketekunan dalam berwirausaha.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru